Empat Penerjun Payung Tertabrak Pesawat Jet

Senin, 28 Mei 2018 - 18:00:53 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sejumlah penerjun payung terekam kamera nyaris tertabrak sebuah pesawat jet yang melaju hingga 555 kilometer per jam saat masih berada di udara. Pesawat jet tipe Hawk T1 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris tersebut jelas terekam kamera saat melintas di antara para penerjun payung. Antara penerjun dan pesawat jet yang melintas tersebut hanya berjarak sekitar 27 meter. 

Salah satu penerjun bahkan mengaku dapat merasakan panas dari mesin jet. Insiden tersebut terjadi antara klub paralayang dengan angkatan udara Inggris pada 26 Januari lalu, namun baru diungkapkan oleh Dewan Airprox Inggris. Para penerjun diketahui terbang secara legal di area resmi di atas Bratton Camp dekat Westbury, Wiltshire. 

Sedangkan pilot pesawat jet terbang mengarungi langit kota Salisbury, pada ketinggian 1.200 kaki (365 meter). Diduga pilot tidak melihat adanya penerjun karena terbang menghadap matahari. Tim Bishop, petugas keamanan klub, mengatakan, salah satu penerjun yang berada paling dekat dengan pesawat jet mengaku dapat merasakan hawa panas dari mesin jet. "Dia pasti dapat melihat jet yang melaju langsung ke arahnya dari jarak kurang dari satu kilometer dan jet itu sudah mendekat dalam beberapa detik, tidak memberinya waktu untuk bereaksi," ujarnya dilansir Kompas. 

Sebuah laporan resmi mengungkapkan, dalam penjelasan pra-penerbangan, pilot jet Hawk tidak mendapat arahan mengenai para penerjun payung yang melakukan latihan. Sementara jet Hawk T1 diketahui memiliki sistem navigasi sederhana yang hanya terdiri dari peta dan stopwatch, serta perangkat GPS berlayar monokrom berusia 20 tahun. Para penyidik juga memutuskan jika para penerjun yang bergerak lambat tidak akan dapat bereaksi cepat untuk menjauhkan diri dari pesawat jet yang mendekat. Laporan penyidikan tersebut hanya merekomendasikan agar klub penerjun, Avon Hang dengan pihak militer Angkatan Udata Inggris agar meningkatkan komunikasi mereka dan mencegah terjadinya insiden serupa.[*]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT