Mengintip Pulau Perbatasan Anambas

Mengintip Pulau Perbatasan Anambas

Metroterkini.com - Anambas salah satu kepulauan terdepan di jejeran kepulauan Indonesia. Seperti apa kehidupan di sana, yuk tengok!

Menikmati pulau tropis terindah di asia Anambas bersama Vika Fitriyana. Tak lengkap jika tidak melihat langsung pasukan pengamanan perbatasan Indonesia di sana. Yuk tengok!

Menjadi negara yang dilintasi jalur Cincin Api Pasifik membuat Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Dengan wilayah perairan seluas 93 ribu kilometer persegi dan panjang pantai sekitar 81 ribu kilometer persegi, tentu saja memerlukan usaha ekstra keras untuk menjaganya salah satunya wilayah perbatasan di Anambas.

Anambas adalah sebuah kabupaten maritim yang berbatasan dengan negara Vietnam, Thailand, Malaysia dan Kamboja. Karena letaknya yang strategis, daerah kepulauan ini ditargetkan menjadi sebuah kawasan dengan pertumbuhan ekonomi pesat, dengan cadangan migas terbesar di Indonesia.

Sebelum adanya otonomi daerah, pulau-pulau di perbatasan tak ubahnya anak tiri. Padahal nama pulau bawah di Anambas dengan ciri khas lagunanya yang berwarna kebiruan telah menjadi incaran wisatawan asing untuk melabuhkan jangkarnya.

Sayangnya dari sekian banyak wisatawan asing yang mengunjungi Anambas, mereka masuk melalui negara-negara perbatasan menggunakan kapal-kapal liveboard. Keterbatasan transportasi menuju Anambas menjadi ganjalan besar kemajuan pariwisata daerah ini.

Anambas selalu menjadi sasaran empuk kegiatan illegal fishing nelayan asing. Setiap tahunnya ratusan kapal nelayan asing menjarah ikan di laut Anambas dan Natuna. Para nelayan asing ini tidak hanya telah melanggar kedaulatan NKRI, namun juga telah merugikan perekonomian serta merusak alam dengan metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

Melihat anak buah kapal nelayan asing berkeliaran di kota Tarempa memang bukan pemandangan aneh. Lambatnya proses deportasi kepulangan mereka ke negara asal membuat mereka berbaur menjadi satu dengan para warga kota. Bahkan tak jarang karena masalah dokumen kewarganegaraan pada akhirnya mereka memilih untuk tinggal di Indonesia.

Kita juga bisa melihat lebih dekat KRI tTiptadi, kapal perang TNI AL yang masuk kedalam jenis kapal korvet class parchim. Kapal ini punya fungsi utama sebagai penghancur kapal permukaan dan pemburu kapal selam. Kapal ini dibeli dari Jerman bersamaan dengan 39 kapal lainnya pada tahun 1993.

Namun untuk mengukur peta kekuatan militer sebuah negara bukan hanya dari jumlah pesawat tempur atau kapal combatan saja. Perpaduan sistem persenjataan, kekuatan armada, dukungan logistik dan pangkalan, dukungan finansial, kondisi geografis serta sumberdaya manusia menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. [travel]

Berita Lainnya

Index