Sejumlah Kalangan di Kaur Tolak Wacana Kantin Sekolah jadi Dapur MBG

Sejumlah Kalangan di Kaur Tolak Wacana Kantin Sekolah jadi Dapur MBG

Metroterkini.com - Badan Gizi Nasional (BGN) dipertengah tahun 2026 ini mewacanakan mengalihkan tugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Umum dalam Program (MBG) kepada Kantin Sekolah d Area 3 T, Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Wacana pelibatan kantin sekolah sebagai dapur produksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penolakan dari berbagai kalang di Kabupaten Kaur.

Salah satunya, Jubir Asosiasi Pengusaha Pres Indonesia (APPI) Kabupaten Kaur, Peri Hera Karneda, S.IP.

“Wacana penyerahan pengelolaan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kantin sekolah tidak tepat, ini harus dikaji ulang oleh Para Pemangku Kebijakan Nasional,” tegas Jubir APPI Kaur.

Lanjut Peri, untuk bangunan fisik dan fasilitas lainya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memerlukan anggara yang sangat besar  dilakukan oleh para mitra BGN.

Masih kata Jubir APPI Kaur, Dapur SPPG harus dipertahankan sebagai pengelola utama MBG, sebab Kesiapan Fasilitas dan  terjaminya mutu.

"Kantin Sekolah memang lebih dekat dengan siswa, tetapi juga banyak memiliki kelemahan dan kekurangan, termasuk Sumber Air, kelayakan Tempat dan fasilitas lainya, terus tidak kalah pentingnya terganggunya Proses KBM disekolah," tegas Peri.

“Apabila dialihkan ke kantin sekolah, bagaimana pihak sekolah akan memenuhi standarisasi infrastruktur bangunan, anggaranya dan lainya,” ungkap Peri, Senin 14 September 2026 di SPPG Kaur Tengah.

Disisi lain, Mitra SPPG Kaur Tengah Binawan, SE, juga ikut berkomentar.

"Bangunan SPPG yang sudah ada ini merupakan wujud kepedulian mitra BGN dalam menunjang program, Kalau kemudian ada wacana dialihkan ke kantin sekolah, ini perlu kajian yang matang dan terukur, Jangan sampai jadi kebijakan yang salah,"Terang Binawan.

Lebih lanjut Binawan menyampaikan, justru kalau diserahkan ke kantin sekolah maka program Makan Bergizi Geratis (MBG) ini menjadi mundur ke belakang, baik dari segi waktu, maupun yang lainya

Selain itu, jika SPPG akan dibuat di kantin sekolah tentu perlu dikaji anggaran dari mana dan siapa yang bersedia membuat sarana dan prasarana SPPG tersebut, kami sebagai mitra saat ini bukan sedikit anggaran yang telah kami keluarkan,"Jelas Ben.

Lanjutnya,  investasi yang sudah dikeluarkan oleh mitra BGN anggaranya cukup besar, ini harus jadi Pertimbangan yang objektif.

Kami sebagai mitra SPPG yang ada di Kabupaten Kaur menolak keras wacana tersebut," tutup Binawan. (Nov)

Berita Lainnya

Index