Metroterkini – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti turun langsung memantau pelaksanaan revitalisasi sekolah di daerah itu. Sedikitnya 11 sekolah yang tengah memasuki tahap pelaksanaan didatangi tim Kejari pada Rabu (23/9/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pembangunan dan rehabilitasi sekolah berjalan lancar, sekaligus mencegah adanya gangguan maupun intervensi pihak luar dalam pelaksanaan proyek.
Kegiatan dipimpin Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kepulauan Meranti Andi Sahputra Sinaga SH MH, bersama sejumlah anggota. Tim turut didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Meranti, Feni Utami beserta sejumlah staf.
Andi mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan pembangunan dan rehabilitasi sekolah berjalan lancar, tanpa ancaman, gangguan, maupun hambatan.
“Tujuannya untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi sekolah ini berjalan lancar, sehingga pekerjaan dapat terlaksana tepat mutu dan tepat waktu,” kata Andi.
Menurut dia, pengamanan dan pendampingan juga menjadi langkah pencegahan agar program revitalisasi tidak terganggu pihak-pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari proyek tersebut.
Perhatian terhadap potensi tersebut menguat setelah adanya kasus dugaan pemotongan atau permintaan fee sebesar satu persen dalam program revitalisasi sekolah di Sumatera Selatan yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT).
“Ini kan termasuk program strategis nasional (PSN). Jadi menjadi atensi pusat,” katanya.
Karena itu, tim Kejari tidak hanya memantau progres pekerjaan, tetapi juga berdialog dengan pihak sekolah untuk mengetahui kondisi di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi masuknya pihak luar ke dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pihak kejaksaan meminta sekolah segera melaporkan apabila ada pihak yang meminta fee, pekerjaan, maupun kepentingan tertentu terkait proyek revitalisasi.
Mengejutkannya, dalam dialog tersebut pihak sekolah mengaku sudah ada beberapa oknum yang datang dan meminta pekerjaan tertentu.
“Pengakuan pihak sekolah, sudah ada yang mencoba masuk ternyata. Seperti meminta pekerjaan instalasi listrik. Ada pula pihak yang meminta untuk pengamanan dengan mengatasnamakan pemuda,” sebut Andi.
Andi meminta pihak sekolah mendata setiap orang yang datang ke lingkungan sekolah. Sekolah juga diminta menyediakan buku tamu dan memastikan setiap tamu mengisi identitas, termasuk nomor telepon.
“Kita tekankan, jika ada ancaman gangguan, silakan laporkan kepada kita,” tegas Andi.
Menurutnya, pengawasan diperlukan agar program revitalisasi sebagai proyek strategis nasional berjalan sesuai tujuan.
“Kita ingin memastikan bagaimana program revitalisasi ini tepat mutu, tepat sasaran. Itu kita sampaikan kepada mereka,” katanya.
Andi mengatakan, pemantauan terhadap pelaksanaan revitalisasi sekolah akan terus dilakukan Kejari Kepulauan Meranti.
“Pemantauan ini akan berlanjut. Semua sekolah di Meranti yang tersentuh program revitalisasi akan kita berikan pendampingan dan pengamanan,” tutup Andi.
