126 Sekolah Masuk Revitalisasi, 33 di Antaranya Dapat Anggaran Rp26,4 Miliar

126 Sekolah Masuk Revitalisasi, 33 di Antaranya Dapat Anggaran Rp26,4 Miliar

Metroterkini - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah mencakup 126 sekolah. Dari jumlah total tersebut, 33 sekolah telah memiliki pagu anggaran dengan total Rp26.401.840.401.

Program yang dikelola langsung oleh Sekolah ini menyasar jenjang pendidikan mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Plt Kepala Disdikbud Kepulauan Meranti Raja Yusron melalui Kabid Sarpras Feni Utami menyebut, revitalisasi ini difokuskan pada perbaikan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan.

Dijabarkannya, pekerjaan meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, toilet dan sanitasi, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang UKS, area bermain anak, rumah dinas guru, penataan lingkungan sekolah hingga pengadaan meublair.

Sumber anggaran program berasal dari usulan Dinas Pendidikan dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD RI. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, dengan sebagian sekolah sudah masuk tahap pengerjaan fisik dan lainnya masih menunggu proses pelaksanaan.

Diuraikan Feni, saat ini, beberapa sekolah yang telah memasuki tahap pelaksanaan antara lain SD Negeri 9 Selatpanjang Timur dengan alokasi Rp1,88 miliar, SD Negeri 7 Selatpanjang Selatan Rp1,60 miliar, SD Negeri 3 Teluk Samak Rp1,52 miliar dan SD Negeri 10 Selatpanjang Timur Rp1,29 miliar.

Untuk jenjang SMP, pekerjaan fisik antara lain berlangsung di SMP Negeri 3 Rangsang Pesisir dengan anggaran sekitar Rp901,3 juta dan SMP Swasta Bahrul Ulum sekitar Rp613,7 juta.

Sementara di tingkat PAUD, KB Anak Desa mendapat alokasi sekitar Rp935,9 juta dan KB Melati di Kecamatan Rangsang Pesisir sekitar Rp928,1 juta.

Dibeberkannya, proses pelaksanaan program masih berlangsung secara bertahap. “Dalam pekan ini ada beberapa SMP dan SD yang sedang dalam proses penyusunan dokumen untuk persiapan PKS di Pekanbaru,” jelas Feni, Kamis (27/08/2026).

Menurutnya, untuk satuan pendidikan PAUD, proses pemanggilan untuk penandatanganan PKS juga dilakukan secara bertahap. Sebagian sekolah sudah menyelesaikan PKS, namun masih menunggu perhitungan pagu anggaran.

Dari 126 satuan pendidikan yang masuk program, jelas Feni, terdapat satu lembaga, yakni KB Nur Azzahra, yang menyatakan menolak revitalisasi.

Selaras dengan itu, ia memastikan seluruh tahapan program dapat berjalan sesuai rencana sehingga anggaran yang telah dialokasikan dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dan mendukung proses belajar mengajar di Kepulauan Meranti.

Berita Lainnya

Index