Diduga Berijazah Palsu, Amril di Laporkan ke Mabes Polri

Selasa, 24 November 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Persoalan hukum sepertinya rajin membuntuti calon bupati yang maju di Pilkada serentak, Selasa (24/11/15). Seperti yang dialami calon bupati Bengkalis Amril Mukminin yang dilaporkan ke Mabes Polri terkait dugaan ijazah palsu.

Amril yang mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Bengkalis menggunakan beberapa ijazah, yaitu  SD,SMP/SMA/U, S1 (SE) dan S2 ( MM). Namun untuk Ijazah S1 (SE)  atas nama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Teladan-Medan dikelurkan pada tanggal 24 Oktober Tahun 2002 N.P.M : 97240 terindikasi kuat merupakan ijazah bodongan alias abal-abal.

Pasalnya dari  copyan data ijazah S1 Amril  yang diperolehi Media ini terdapat beberapa keganjilan yaitu, untuk legalisir diijazah nya tertera atas nama Universiatas lain yaitu Universiatas  Setia Budi. Legalisir itu, ditanda tangani oleh atas nama Ir. Ahmaruzar,MM.

Selanjutnya berdasarkan data yang tercantum Wibsite Resmi : Pangkalan Data Direktorat Perguruan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi RI, Profil Perguruan Tinggi atas nama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STEI) Teladan-Medan-bagian Profil PT (Perguruan Tinggi), bahwa jumlah keseluruhan perguruan tinggi se Provinsi Sumatra Utara baik Negeri mapun Swasta sebanyak 385 nama. 

Sekolah Tinggi  Ilmu Ekonomi (STIE) Teladan Medan,  urutan nomor ke 70. Kondisi Profil PT tersebut yaitu sbb, no urut  : 70, Kode PT : 013057, nama PT :  Sekolah Tinggi Ekonomi Teladan, Propinsi : Sumatra Utara,  Ketegori : Swasta,  Status :  0 (tidak jelas),  Jumlah Dosen Tetap : 0 (tidak Jelas),  Jumlah Mahasiswa : 0 (tidak Jelas),   Rasio Dosen Tetap/Jumlah Mahasiswa : 1:0 (tidak Jelas,   Status PT : 0 (tidak Jelas), Perguruan Tinggi : Sekolah Ekonomi Teladan, Tanggal Berdiri : (tidak Jelas),  1 Januari 0001, Nomor SK PT : 0 (tidak Jelas),  Tanggal SK PT : 0 (tidak Jelas),  Alamat : Jl. Setia Budi No.65 A-B Tanjung Rejo, Kota /Kabupaten : Kec. Medan Kota-Kota Medan-Prop.Sumatra Utara, Kode Pos : 20122, Telpon : 0, Faximile : 0, Email : 0, Website : 0. Daftar program studi : 0 tidak jelas.

Kemudian yang tertera pada copyan legalisir Ijazah S1 Amril Mukminin,SE.MM  tercantum  atas nama Universitas Setia Budi Mandiri, sementara setatus Universitas Setia Budi Mandiri di Wibsite resmi : Pengkalan Data Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi  bersetatus : Non Aktif termasuk dalam data 243 PT yang dinon aktifkan oleh Menristek dan Dikte.

Selanjutnya  status Dosen atas nama Ir.Ahmaruzar,MM yang melegalisir Ijazah S1 Amril Mukminin tidak tercantum profil namanya di Pengkalan Data Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.

Berdasarkan data diatas, diduga Ijazah S1 Amril Mukminin, SE  yang dikeluarkan oleh atas nama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Teladan-Medan pada tanggal 24 Oktober tahun 2002 diduga tidak sesuai Keputusan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi, Nomor : 08/DIKTI/Kep/2002 tentang Petunjuk Teknis Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 184/  ./U/2001 Tentang Pedoman Pengawasan Pengendalian Dan Pembinaan Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana di Perguruan Tinggi.

Terkait dugaan ijazah palsu ini, pada tanggal 12/11/2015 lalu, LSM-Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (IPMPL) melaporkan Amril Mukminin ke Mabes Polri dan Ke Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi.

"Selain itu, LSM IPMPL pada 19/11/2015 kemarin melaporkan Amril Mukminin ke Polda Riau dengan tembusan ke Direktur Kriminal Umum," ujar Ketua Tim Investigasi LSM-IPMPL, R.Putih kepada media.

"Kita melaporkan ini (dugaan ijazah palsu) karena  adanya reaksi dari sejumlah kalangan masyarakat dalam menanggapi beberapa pemberita media masa yang tentang penggunaan ijazah  terindikasi palsu oleh Amril saat mendaftarkan diri menjadi calon Bupati bengkalis ke KPU Bengkalis.  Kita ingin ada kepastian hukum sesuai data-data yang kita miliki, maka kita minta pihak aparat berwenang untuk menelusurinya" tegas R.Putih menambahkan.

Sementara Amril Mukmini,SE.MM ketika dihubungi melalui telpon seluler oleh wartawan tidak di angkat dan di SMS yang dikirim tidak ada jawaban. [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT