Metroterkini - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti menyasar sebanyak 126 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 sekolah telah menyelesaikan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara lainnya masih dalam proses maupun menunggu tahapan PKS.
Program revitalisasi tersebut mencakup jenjang pendidikan mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti Raja Yusron melalui Kabid Sarana dan Prasarana Feni Utami mengatakan, program tersebut difokuskan pada perbaikan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan di satuan pendidikan yang mendapatkan program.
“Untuk keseluruhan ada 126 satuan pendidikan yang masuk program revitalisasi. Saat ini 43 sudah PKS, sedangkan yang lainnya masih dalam proses PKS dan ada juga yang masih menunggu PKS,” ujar Feni.
Dijelaskannya, pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan maupun rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, toilet dan sanitasi, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang UKS, area bermain anak, rumah dinas guru, penataan lingkungan sekolah hingga pengadaan meublair.
Dari 126 satuan pendidikan tersebut, sebanyak 33 sekolah telah memiliki pagu anggaran dengan total mencapai Rp26.401.840.401. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap menyesuaikan proses administrasi dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.
Beberapa sekolah yang telah memasuki tahap pelaksanaan di antaranya SD Negeri 9 Selatpanjang Timur dengan alokasi Rp1,88 miliar, SD Negeri 7 Selatpanjang Selatan sebesar Rp1,60 miliar, SD Negeri 3 Teluk Samak sebesar Rp1,52 miliar dan SD Negeri 10 Selatpanjang Timur sebesar Rp1,29 miliar.
Untuk jenjang SMP, pekerjaan fisik antara lain berlangsung di SMP Negeri 3 Rangsang Pesisir dengan anggaran sekitar Rp901,3 juta dan SMP Swasta Bahrul Ulum sekitar Rp613,7 juta.
Sementara pada jenjang PAUD, KB Anak Desa mendapat alokasi sekitar Rp935,9 juta dan KB Melati di Kecamatan Rangsang Pesisir sekitar Rp928,1 juta.
Feni menyebutkan, proses pelaksanaan program masih terus berjalan secara bertahap. Sejumlah SMP dan SD saat ini tengah dalam proses penyusunan dokumen sebagai persiapan PKS di Pekanbaru.
“Dalam pekan ini ada beberapa SMP dan SD yang sedang dalam proses penyusunan dokumen untuk persiapan PKS di Pekanbaru,” jelasnya.
Untuk satuan pendidikan PAUD, lanjut Feni, proses pemanggilan untuk penandatanganan PKS juga dilakukan secara bertahap. Sebagian sekolah telah menyelesaikan PKS, namun masih menunggu perhitungan pagu anggaran.
Dari 126 satuan pendidikan yang masuk dalam program revitalisasi, terdapat satu lembaga yang menyatakan menolak program tersebut, yakni KB Nur Azzahra.
Feni memastikan seluruh tahapan program akan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan. Diharapkan program revitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah sehingga mendukung kenyamanan peserta didik serta kelancaran proses belajar mengajar di Kabupaten Kepulauan Meranti.
