Forum IKM Ponorogo Jalin Sinergi Strategis dengan IAD Daerah

Forum IKM Ponorogo Jalin Sinergi Strategis dengan IAD Daerah

Metroterkini.com - Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Ponorogo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kelas produk lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Ponorogo, Selasa (20/7/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Forum IKM Ponorogo, Sunarto dan Ketua IAD Daerah Ponorogo, Ny. ST. Rahmi Zulmar, disaksikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo, Zulmar Adhy Surya, S.H., M.H. Acara yang digelar pada Kamis, 16 Juli 2026 tersebut dihadiri oleh seluruh anggota IAD Daerah Ponorogo.

Sinergi ini diinisiasi sebagai langkah konkret untuk mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan asli Ponorogo.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pembinaan manajemen usaha, standardisasi dan kurasi produk, hingga pemanfaatan jaringan IAD Ponorogo untuk membantu pemasaran produk IKM dan UMKM secara lebih luas.

Ketua Forum IKM Ponorogo, Sunarto, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini menjadi angin segar bagi pelaku IKM dan UMKM di Ponorogo untuk naik kelas.

"Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan dukungan penuh dari IAD Daerah Ponorogo. Dengan adanya kerja sama ini, produk-produk IKM Ponorogo tidak hanya mendapatkan wadah apresiasi yang lebih tinggi, tetapi juga akses jaringan baru yang potensial untuk mempercepat penetrasi pasar," ujar Sunarto.

Sementara itu, Ketua IAD Daerah Ponorogo, Ny. ST. Rahmi Zulmar menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor IKM dan UMKM.

Pihaknya menyatakan IAD Daerah Ponorogo siap membantu promosi produk lokal dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal organisasi, termasuk menyediakan display produk di mini toko Kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo.

Melalui kerja sama ini, produk khas Ponorogo — mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kebutuhan rumah tangga — diharapkan dapat menjadi pilihan utama, baik untuk konsumsi lokal maupun sebagai buah tangan resmi di berbagai acara kedinasan.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi pemantik bagi organisasi dan lembaga lain di Ponorogo untuk turut mengadopsi semangat bela dan beli produk lokal, demi mewujudkan kemandirian ekonomi Ponorogo yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Muh Nurcholis)

Berita Lainnya

Index