Aktivis Kritisi Dugaan Pungli di Kemenang Paluta

Rabu, 03 Maret 2021 - 23:23:42 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Slogan anti pungli di kantor pemerintahan termasuk kantor Kementerian Agama, ternyata hanya tulisan. Namun dibalik itu semua, tindakan pungli masih saja terus terjadi di Kementerian Agama Padang Lawas Utara Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Suwato Hasibuan (30) salah satu aktifis Padang Lawas Utara kepada wartawan, Rabu (03/03/2021).

"Kita sangat menyangkan perihal tersebut dimana Kakan Kemenag Padang Lawas Utara telah gagal menjalankan fungsinya serta sengaja membiarkan dugaan pungutan liar di lingkungan Kantor Kementerian Agama Padang Lawas Utara," tutur Suwanto.

Suwato menambahkan adapun dugaan  pungutan liar yang di maksudkan di lingkungan Kemenag Padang Lawas Utra diantaranya, adanya pemungutan biaya kepada penerima SK CPNS sebesar dua  juta rupiah per orang terhadapan 30 orang. Dugaan adanya setoran kepada Kakan Kemenag oleh oknum Kepala Madrasah terkait mutasi kerja sampai mencapai ratusan juta rupiah.

Selain itu, adanya pemungutan biaya kepada para honorer untuk memperpanjang SK honor setiap tahunnya dan adanya pengutipan biaya pelantikan Kepala Madrasah sebesar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta serta adanya pungutan atas pencairan gaji honor penyuluh agama sebesar Rp 300 ribu setiap bulannya.

Hal senada disampaikan salah satu honorer yang tidak mau disebutkan namanya, perihal permasalahan tersebut bahwa mereka para honorer pramubakti telah dikumpulkan pada hari Jum'at (26/02/21) kemarin, untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai yang berisi bahwa tidak pernah memberikan uang. 

"Teman teman dari honorer penyuluh agama Islam juga bernasib sama, mereka juga dipaksa menandatangani surat pernyataan yang sama, Selasa semalam (02/03), dan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh kepegawai Kemenag tersebut sangat janggal, yaitu tampa tanggal yang ada hanya bulan dan tahun," ungkapnya.

Parahnya lagi, Kemenag Paluta juga telah memecat 14 tenaga honorer dengan alasan adanya pemotongan anggaran karena Covid-19. Sebaliknya Kakan Kemenag malah memasukkan anaknya menjadi tenaga honorer di Kemenag Paluta. [arman]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT