Bupati Rohil Pertahankan Pelabuhan Bagansiapiapi Tempo Dulu

Bupati Rohil Pertahankan Pelabuhan Bagansiapiapi Tempo Dulu

Metroterkini.com - Bupati Rohil ingin mempertahankan pelabuhan Bagansiapiapi tempo dulu terkait rencana pembangunan rumah dinas Bea dan Cukai. Hal itu disampaikan Suyatno kepada pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Bagansiapiapi terkait pembongkaran Pelabuhan Bagansiapiapi tempo dulu untuk pembangunan rumah dinas. 

Masukan yang disampaikan Bupati Rohil akhirnya diterima KPPBC yang bersedia menghentikan pembangunan rumah dinas tersebut. “Kita sudah minta keterangan dari pihak Bea Cukai sendiri. Kita berikan masukan, karena itu termasuk salah satu cagar budaya yang harus dipertahankan. Keputusannya, itu (pembangunan rumah dinas, red) tidak dilanjutkan pembangunannya,” kata Bupati Suyatno, Selasa (1/3/16), usai pertemuan. 

Pertemuan juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Riau Siswadja Mulyadi, pihak KPPBC, juga hadir Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatara Barat, Riau dan Kepulauan Riau, yang langsung turun setelah mendengar informasi pembongkaran pelabuhan itu. 

“Saya pribadi, Pemerintah Daerah Rokan Hilir mengucapkan terima kasih. Berarti sahabat kita itu (BPCB) peduli dengan cagar budaya yang ada di Sumatara Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Kita sudah melakukan rapat dan tukar pikiran,” kata Suyatno. 

Sedangkan pihak Bea Cukai menurut Suyatno sudah berjanji akan melaporkan hal ini kepada pimpinannya dan Pemkab Rohil mempersilahkan karena itu urusan internal mereka. 

“Cagar budaya, aset budaya, yang lama-lama itu yang ada di Rokan Hilir ini, tetap menjadi perhatian khusus kita. Mungkin dalam waktu dekat, teman kita dari Cagar Budaya wilayah Sumatara Barat, Riau dan Kepulauan Riau itu menyarankan kepada pihak pemerintah daerah, agar membentuk tim. Kita terima kasih banyak, sehingga nanti, aset-aset kita yang bersejarah itu, kedepan akan kita buat plang,” tambahnya. 

Penyelesaiannya menurut Suyatno, KPPBC yang berada di pusat kota, ditawarkan seandainya Dirjen Bea Cukai Kementrian Keuangan RI setuju ditukar guling (ruislag, red), akan dibangunkan KPPBC dan perumahannya dekat pelabuhan. 

“Kita hibahkan itu, kita ambil itu untuk perluasan pasar. Kedepan, kita minta bantuan dana provinsi, pusat, sharinglah dengan pemerintah daerah,” ujar Suyatno. 

Terkait besi bekas pelabuhan yang sudah sempat dipotong-potong, Suyatno tegaskan segera dilas kembali agar tersambung. [**red]

Berita Lainnya

Index