Metroterkini.com - Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) dan masyarakat menggelar aksi damai di kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul.
Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Rohul segera membekukan dua koperasi di Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, yakni Koperasi Mahato Bersatu dan Karya Bakti.
Mereka menilai dua koperasi ini menyusahkan masyarakat Mahato, sebab anggotanya tidak jelas. Mahasiswa juga mengindikasi, izin dua koperasi ini tak jelas.
"Hutan lindung kami habis, sehingga masyarakat tak punya lagi hutan. Kami minta Koperasi Mahato Bersatu dan Karya Bakti segera dibekukan," tegas orator aksi.
Abdul Halim Tambusai, kordinator massa mengatakan hutan merupakan paru-parunya dunia, sudah sepatutnya pemerintah daerah atau pemerintah pusat menertibkan semua koperasi di kawasan hutan yang mengatasnamakan masyarakat.
"Mereka (koperasi) mengatasnamakan masyarakat. Namun masyarakat tidak mendapatkan, masyarakat yang mana yang mendapat?," tanya Halim.
Mereka mendesak Pemkab Rohul melalui dinas terkait yang berhubungan dengan kehutanan dan koperasi segera menindaklanjutinya.
"Kedua koperasi ini (Mahato Bersatu dan Karya Bakti) bekukan dulu, setelah itu usut izinnya," minta Halim.
Mahasiswa diterima oleh Kepala Dishutbun Rohul Sri Hardono, Kepala Diskoperindag Rohul Tengku Rafli Armien, dan Kabid Koperasi dari Diskoperindag Rohul Suryanto. [**rt]