Metroterkini.com - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Cabang untuk memilih ketua periode 2015-2019. Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Pancasila Kabupaten Ponorogo dilaksanakan di Kintamani Resort, Minggu (10/1/16).
Selain dihadiri oleh Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Jawa Timur, M. Diah Agus Muslim, tampak hadir pula sesepuh PP Ponorogo, Sugeng Prawoto dan Rahmat Taufik.
Hasilnya, Ari Hersowianudin terpilih menjadi nahkoda baru MPC PP Kabupaten Ponorogo. Ari juga dipercaya menjadi Ketua Formatur untuk membentuk kepengurusan MPC PP kabupaten Ponorogo. Usai terpilih, Ari meminta kepada seluruh pengurus tingkat kecamatan sampai kabupaten untuk berperan aktif membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita akan bawa organisasi ini untuk menjadi organisasi besar dengan keterlibatan masyarakat, sebab organisasi ini tidak akan besar tanpa peranan masyarakat,” ujar Ari yang juga Ketua HIPMI Kabupaten Ponorogo ini.
Salah satu program andalan yang akan dilaksanakan PP agar tak kalah dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) lain, Pemuda Pancasila (PP) akan mendirikan Koperasi sebagai badan usaha penyaluran sembilan bahan pokok. Pendirian Koperasi ini untuk menindaklanjuti kesepakatannya dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog).
Nota kesepahaman (MoU) dengan Bulog tersebut, ditandatangani pada Rakernas PP tanggal 13 Oktober 2015 lalu. “MoU dengan Perum Bulog ini dilakukan dalam rangka mempercepat penyaluran sembako,” kata Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Jawa Timur, M. Diah Agus Muslim disela-sela acara Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Pancasila Kabupaten Ponorogo.
Dia juga memaparkan bahwa tujuan kerja sama ini, agar sembako seperti daging, beras, gula dan minyak goreng bisa cepat sampai ke masyarakat, sekaligus mencegah hal tidak diinginkan, termasuk kemungkinan adanya permainan harga dari oknum tertentu.
“Kami ingin masyarakat mendapat sembako sesuai harga bulog dan mencegah penguasaan sembako oleh pihak yang selama ini diduga mempermainkan harga. Koperasi ini merupakan badan usaha yang layak karena ditangani oleh banyak orang, bukan milik pribadi,” terangnya.
Selain itu, kerja sama dengan Bulog diharapkan dapat memperlancar tugas Bulog dalam rangka pengadaan komiditi pangan yang kemudian menjadikan Bulog memiliki stok penyangga, serta stabilisasi harga.
“Kami berharap mampu mendorong pemerintah mengembalikan Bulog ke posisi semula. Bukan hanya mencari keuntungan semata, tapi berfungsi menjaga stabilisasi harga dan stok penyangga, serta memastikan jangan sampai komiditi dikuasai segelintir orang yang dampaknya membuat rakyat menderita,” paparnya.
Selain program kerjasama dengan Bulog dan pendirian Koperasi, PP juga akan melaksanakan kaderisasi di seluruh Kecamatan serta melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti pendampingan hukum kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin. [nur]