Metroterkini.com - Keberadaan Pondok Al-Qur'an Umar Bin Khattab di Jalan SMP, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis semakin dipercaya masyarakat. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah santri di Ponpes tersebut. Dimana saat dibuka pada tahun 2012 lalu santri yang menuntut ilmu di Ponpes itu hanya 3 orang. Namun, sekarang sudah 250 orang.
Peningkatan yang signifikan diungkapkan Suhaimi,Lc, pimpinan pondok ini kepada wartawan, Jum'at (7/1/16) malam.
"Pertama dibuka pada 2012 lalu jumlah santri yang belajar di pondok ini hanya 3 orang saja, Alhamdulillah saat ini telah mencapai 250an orang santri, meningkat dengan sangat luar biasanya,"ungkap Suhaimi.
Menurut Suhaimi, para santri itu tidak hanya dari Desa Pangkalan Batang Barat dan desa tetangga, tetapi juga berasal dari kota Bengkalis dan Wonosari yang berjarak sekitar 7 kilometer dari sini (pondok-red).
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari para orang tua santri ini, kami berusaha dengan maksimal melaksanakan kewajiban kami selaku orang yang diberikan kepercayaan mendidik mereka (Santri)," tambahnya.
Ratusan santri ini dibagi ke
dalam dua kelompok, yaitu kelompok Iqro dan kelompok Al-Qur'an yang dididik oleh enam orang ustadz dan utadzah. Mereka para santri tidak tinggal di Ponpes sebagai mana lazimnya. Namun, tinggal di rumah masing-masing.
Untuk kelompok Iqro jadwal belajarnya pada hari Selasa malam dan Kamis malam, sedangkan untuk kelompok Al-Qur'an pada Senin malam dan Rabu malam. Sementara Minggu subuh ke dua kelompok ini belajar, seperti kegiatan sholat Subuh berjamaah, mendengarkan ceramah, dan marathon, yang diakhiri dengan sarapan bersama.
"Santri kelompok Iqro mendirikan sholat Magrib dan Isya bersama, imamnya ditunjuk seorang santri sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Ini kami lakukan agar mereka kelak setelah akhil baliq dan fasih lagi benar bacaannya telah bisa menjadi imam di masjid maupun mushola tempatnya berada, "kata Suhaimi lagi.
Hebatnya lagi, pengelola Ponpes Al-Qur'an Umar Bin Khatab tidak mewajibkan santri membayar iuran. Bagi santri yang membayar itupun tak lebih dari Rp10.000. Uang itu, digunakan pada minggu pagi untuk keperluan pribadi santri yaitu sarapan pada Minggu pagi sehabis belajar dan olahraga.
"Namun, kita sering mendapatkan infak dan sedekah dari orangtua santri dan masyarakat," terang Suhaimi.
Ruslan, pelajar kelas III SDN 16 Pangkalan Batang Barat salah seorang santri yang menjadi imam sholat Isya Jum'at malam lalu, tak kuasa memendam rasa syukurnya setelah menjadi santri Ponpes ini.
"Saya merasa bersyukur karena malam ini mendapat tugas sebagai imam sholat Maghrib dan Isya, walupun disuruh push up karena membaca doa sesudah sholat belum lancar saya tetap akan berusaha agar lebih baik pada jadwal berikutnya," tutur anak pasangan Pri dan Sat yang mulai mendapat tugas sebagai imam sejak kelas II SD itu.
Pada kesempatan itu, Suhaimi dan pengasuh Pondok lainnya, berencana akan memondokkan sedikitnya 12 santri. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan tempat tinggal para santri tersebut di bangunan MTs Pangkalan Batang Barat yang berjarak sekitar 70 meter dari pondok Al-Qur'an Umar Bin Khattab. [rdi]