Metroterkini.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan bersinergi dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bengkalis dana membangun Bengkalis, Jumat (1/1/16).
“Keberhasilan pembangunan, khususnya pemberdayaan masyarakat, tidak terlepas dari peran tokoh adat. Untuk itu, bersama Pemda dan LAMR Bengkalis, harus mensinergikan program pembangunan, sehingga sesuai dengan nilai-nilai adat,” ungkap Penjabat Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harrofie pada pembukaan sosialisasi, konsolidasi intern dan ekstern LAMR Kabupaten Bengkalis, Kamis (31/12/15).
Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber, Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAM Provinsi Riau, Al Azhar, Ketua Bidangn Organisasi dan Kaderisasi LAMR, Syahril Abu Bakar. Turut hadir dalam kegaitan ini, Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis, Burhanudin, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Zainuddin Yusuf, pengurus LAM Kecamatan se-Kabupaten Bengkalis, kelapa SKPD dan pengurus organisasi kemasyarakatan dan paguyuban.
Dikatakan Ahmad Syah Harrofie, dalam melaksanakan program pembangunan di daerah ini sangat diperlukan fondasi dan pilar yang kokoh, yaitu rasa kebersamaan serta semangat persatuan dari segenap masyarakat tanpa terkecuali.
“Dengan kata lain, kita semua yang menentukan berhasil tidaknya pembangunan di daerah ini,” ungkapnya.
Pj Bupati Bengkalis berharap agar dapat meningkatkan rasa tanggungjawab masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan dan mempercepat keberhasilan pembangunan di Kabupaten Bengkalis. Sehingga ke depan kian cemerlang, dan terbilang.
Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membawa beragam perubahan dalam tatanan kehidupan. Diantaranya terjadinya pergeseran dan perubahan nilai-nilai budaya yang merambat bagaikan api nan tak kunjungi padam, mulai dari perkotaan sampai ke ceruk-ceruk perkampungan.
Melihat fenomena yang berkembang, maka keberadaan LAMR Kabupaten Bengkalis, diharapkan memberikan sumbangsih agar masyarakat dapat terbentengi dari berbagai dampak negatif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keberadaan para pengurus LAM yang tersebar dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi proses percepatan pembangunan di daerah ini secara keseluruhan.
Keberadaan LAMR memiliki peran penting dan menjadi kekuatan dalam setiap derap langkah dalam proses pembangunan di Negeri Junjungan. Apalagi dalam LAMR terdapat para orang-orang tua dan tokoh adat yang dapat menjadikan tempat untuk bertanya dan bahan rujukan.
“Keberadaan para tokoh adat diibaratkan kayu beringin di tengah padang, batangnya tempat bersandar, daunnya tempat berlindung, uratnya tempat duduk, kalau pergi tempat bertanya, kalau pulang tempat membawa berita,” ungkap Ahmad Syah Harrofie. [rdi]