Metroterkini.com - Dua warga usia lanjut di dua desa Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar, Riau terpaksa harus menahan sakit di rumahnya karena tidak bisa di bawa ke rumah sakit akibat akses jalan ke desa mereka masih rusak berat karena banjir dan tanah longsor beberapa pekan lalu.
Kedua warga ini tak bisa digendong dan tak memungkinkan dibawa dengan mobil karena jalan masih rusak berat. Dua warga ini adalah Uri (55), warga Desa Lubuk Bigau. Ia mengalami sakit kaki dan terjadi pembengkakan selama 20 hari.
"Belum tahu nama penyakitnya karena tidak ada rumah sakit di sini," ucap salah seorang tokoh pemuda asal Lubuk Bigau, Arika Harmon kepada wartawan, kemarin.
Sementara warga lainnya adalah nenek Baya (70), warga Desa Pangkalan Kapas. Dikatakan Arika, kedua warga yang sudah berusia lanjut ini tidak bisa dibawa berobat ke luar desa karena kedua warga itu tidak kuat digendong. Sedangkan akses jalan masih terputus, "gak bisa pakai mobil," beber Arika.
Menurutnya, bantuan pangan saja belum mencukupi, karena akses jalan juga sangat penting. Empat desa saat ini masih sulit dijangkau kendaraan darat yaitu Desa Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Tanjung Permai dan Pangkalan Kapas.
Arika menambahkan, saat ini masyarakat di beberapa desa di Kampar Kiri Hulu ini sangat membutuhkan alat berat untuk memulihkan jalur transportasi.
"Pemda telah tahu di sini tak bisa dilalui kendaraan bahkan kemarin bantuan terpaksa diantar pakai helikopter oleh BPBD Riau. Namun alat berat tak kunjung diturunkan," katanya. [ali]