Kades di Bukit Batu Stuban ke Bandung Hamburkan ADD

Kades di Bukit Batu Stuban ke Bandung Hamburkan ADD

Metroterkini.com - Seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Bukit Batu dan perangkat Kecamatan Bukit Batu melakukan studi banding (Stuban) ke Kota Kembang (Bandung) tentang pengelolaan keuangan desa.

ditengarai Stuban tentang  pengelolaan keuangan desa ini diduga menguras Alokasi Dana Desa (ADD) yang sekarang disebut Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

Sebab, pada tahun 2014 lalu , Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa ( BPMPD) Kabupaten Bengkalis membawah seluruh kades se-Kabupaten Bengkalis stuban serupa ke Bali juga dibiayai APBDes.

Hanya saja, sejauh ini tak pernah dievaluasi hasil dari stuban ke Bali tersebut. Sejauh ini pengelolaan dana desa belum seperti pengelolaan dana desa di Bali.

Akibatnya, baik stuban yang ditaja BPMPD ke Bali dan stuban seluruh Kades se-Kecamatan Bukit Batu terkesan hanya jalan-jalan dan menghambur-hamburkan uang APBD.

Sebab, sepulang dari jalan-jalan (stuban), diduga tak satupun hasil stuban tersebut diterapkan di Kabupaten Bengkalis.

Kesan menghambur-hamburkan dana ADD ini muncul, karena setiap desa harus mengeluarkan uang Rp 10 juta. Uang tersebut diambil dari dana ADD.

Kesan jalan-jalan semakin membuncah, karena ada beberapa kades yang membawa anak dan istri.

"Ini sudah keterlaluan, seharusnya Kades memikirkan masyarakatnya dan juga pembangunan desa, bukan menghamburkan dana desa untuk kepentingan pribadi dengan modus studi banding," kata Suwitno Pranolo Ketua Yayasan Pengembangan Tunas  Nusantara (YPTN)  Kecamatan Bukit Batu,  Jumat (18/12/2015) saat diminta komentarnya.

Menurut Suwitno Pranolo, seharusnya ADD harus dipergunakan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk plesiran.

Suwitno mendesak Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie menindak Kades yang stuban ke Bandung.

Ia meminta, kedepan Kades harus memikirkan kepentingan masyarakat dalam penggunaan dana ADD, bukan mementingkan kepentingan pribadi.

"Kita minta Bupati untuk menindak Kades dan perangkat Kecamatan ini dan mereka harus mempertanggung jawabkan uang negara yang dipakai untuk plesiran ke kota kembang tersebut. Sementara kita lihat manfaatnya untuk masyarakat tidak ada," ujarnya.

Sementara itu, Kepala  Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa ( BPMPD) Kabupaten Bengkalis, Ismail ketika dikonfirmasi membenarkan keberangkatan para Kades se-Kecamatan Bukit Batu ke Bandung.

Menurut Ismail, stuban ke Bandung dalam rangka pelatihan peningkatan keterampilan SDM aparatur pemerintah desa dengan memakai dana APBdes dan usulan ini murni dari kepala desa, bukan BPMPD.

"Saya memang diajak tapi tidak berangkat karena ada kesibukan. Mereka yang mengusulkan untuk studi banding ke Bandung tahun ini dalan rangka pelatihan peningkatan keterampilan SDM aparatur pemerintah desa dengan memakai dana APBDes," kata Ismail. [rdi]

Berita Lainnya

Index