Terkait Dana Liputan, Ini Jawaban PPTK

Terkait Dana Liputan, Ini Jawaban PPTK

Metroterkini.com - PPTK program mandi shafar, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis, Jefri menegaskan bahwa dana liputan mandi shafar telah dianggarkan sebesar Rp6 juta.

Jefri yang dihubungi, Selasa (8/12/15) sore mengungkapkan, dana liputan tersebut terdapat dalam anggaran mandi shafar sebesar Rp369 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkalis. Namun, Jefri tak menjelaskan kepada siapa saja dana liputan itu diberikan.

"Anggaran di RKA hanya Rp369 juta, uang liputan 6 juta," kata Jefri tak mau menjelaskan kepada siapa saja dana tersebut diserahkan.

Sementara Darwis salah  seorang wartawan di Bengkalis menduga anggaran program mandi shafar tahun ini lebih dari Rp369 juta.

Alasan Darwis, setiap tahun dianggarkan untuk acara ritual mandi shafar tersebut Rp700 juta. Seperti tahun tahun 2012 dan 2013 masing-masing dianggarkan Rp700 juta.

Ditambahkan Darwis, itu belum termasuk anggaran dari kecamatan dan dari Dinas Perikanan dan Kelautan. Sebab pelaksanaan Hari Bhkati Nusantara disatukan dengan acara mandi Shafar.

"Saya rasa anggarannya lebih satu miliar. Contohnya tahun 2012 Rp700 juta, tahun 2013 Rp700 juta anggaran untuk mandi shafar dari Disbudparpora. Tak mungkin tahun ini turun, apalagi dihadiri Gubri. Saya kira dananya sama. Ini belum lagi anggaran dari Dinas Kelautan dan Perikanan dan dari Kecamatan. Masa dana media tak diberikan," kata Darwis.

Seperti diberitakan, belasan wartawan dari Kota Bengkalis yang difasilitasi Disbudparpora meliput acara mandi safar yang di pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara, Sabtu (5/12/15) minggu kemarin, kecewa. Sebab, dana media yang sudah dianggarkan diduga diselewengkan oknum panitia.

Sebab, hanya segelintir wartawan yang diberikan uang liputan. Sementara sebagian besar tak mendapat uang liputan yang sudah dianggarkan tersebut.

Ketika sejumlah awak media mendatangi Disbudparpora, Selasa (8/12/15) siang, PPTK kegiatan Jefri enggan mencairkan dana liputan awak media tersebut.

Parahnya lagi, wartawan yang pergi dan difasilitasi transportasinya oleh Disbudparpora dan bertegur sapa dengan Jefri di lokasi acara malah di tuding tidak pergi meliput.

Padahal berita wartawan bersangkutan naik dimedia masing-masing sebagai bukti mereka bekerja.

“Mohon maaf tidak semua kita akomodir, catat saja dulu nanti kita rapatkan,” ujar Jefri sambil menggenggam uang liputan yang jumlah di taksir jutaan rupiah.

Mendengar hal itu, sebagian awak media harian langsung meninggalkan ruangan Jefri.

“Kita ini pergi pak, masak dananya ada tapi tidak mau anda berikan, jangan dipendam- pendam lah,” ucap salah satu wartawan sembari meninggalkan ruangan Jefri. [rdi]

 

Berita Lainnya

Index