Metroterkini.com - Rombongan alumni P4S berseragam lengkap mendatangin gedung DPRD Kampar, Minggu (6/12/15) siang. Massa menuntut dan meminta DPRD Kampar untuk mengesahkan anggaran pengadaan sapi program pemerintah daerah Kabupaten Kampar melalui Dinas Peternakan sebesar Rp 119 miliar.
"Kita selaku wakil rakyat, bukan kita tidak mendukung program pemerintah daerah, tapi jangan main paksa dong. Apalagi sampai memukul-mukul meja didalam ruangan DPRD. Kalau mau minta silahkan saja? Tapi, jangan main paksa gitu," kata salah anggota dewan yang nama minta tidak disebutkan.
Ia menuturkan, sepanjang usulan pemerintah tidak bertentangan hukum, tunutan masyarakat sah-sah saja. "Namun kita juga perlu lakukan kajian dulu. Jangan sampai terulang hal yang sama dalam penegesahan anggaran APBD 2016 ini,".
Menurut sumber lagi, tahun lalu juga dewan menyetujui program pemerintah daerah tentang program RTMPE yang menghabiskan anggan puluhan miliar.
"Mana hasilnya? Toh sampai hari ini program tersebut masih belum terealisasi seluruhnya," tambahnya.
Menyikapi hal tersebut, anggota dewan kembali ragu untuk memenuhi tuntutan massa alumni P4S mengingat dana yang dituntut tidak sedikit. "Coba bayangkan saja, kalau harga sapi Rp 10 juta/ekor dengan uang negara sebanyak Rp 119 miliar itu, sapi mau di datangkan dari mana?".
Kekesalan anggota dewan yang disampaikan kepada media tersebut mengingat mengesahkan anggaran sebesar itu bukanlah mudah. "Kita dalam mengesahkn anggaran bukan semudah itu saja. Kami juga perlu melakukan kajian dalam mengesahkan anggara," tegasnya. [ali]