Massa HMI dari Timur Bakar Ban Protes Panitia Kongres

Massa HMI dari Timur Bakar Ban Protes Panitia Kongres

Metroterkini.com - Aksi demo massa HMI asal Makassar, Sabtu (21/11/15) malam ini di Pekanbaru makin hangat dan bisa memicu keributan. Hal itu diperkirakan sejak kedatangan para kader HMI lainnya dari Ambon, Papua, dan Maluku.

Massa HMI asal Indonesia timur bersatu di depan lokasi pelaksanaan kongres HMI di Gedung Gelanggang Remaja di Jl Sudirman Pekanbaru, Sabtu (21/11/15) malam. Dalam aksi mereka, massa sempat memecahkan kacah halte bus.

Aksi demo massa sampai malam ini masih berlangsung dengan jumlahnya yang semakin ramai. Terlihat massa HMI dari daerah Timur ini masih membakar ban bekas di tengah badan jalan.

Massa berorasi dan menyampaikan kecewaanya dengan panitia yang menelantarkan mereka. Mereka datang di Pekanbaru tanpa disambut panitia.

"Panitia Kongres HMI tak becus. Kita datang tanpa disambut. Kongres ini bukan hanya untuk panitia saja, kita semua berhak dalam kongres ini," teriak para pendemo.

Salah seorang HMI asal Papua mengatakan, bahwa mereka menempu perjalanan 8 hari untuk sampai bisa ke Pekanbaru.

"Kami datang untuk menyukseskan kongres. Tapi kami sampai di sini, tak ada panitia yang mau mengakomodasi kami. Kami tak tahu dimana mau tidur," kata seorang kader HMI asal Papua.

Seperti diberitakan,  menurut Panitia Lokal Kongres HMI, Ahmad mengatakan ada tiga posko alokasi yang besar pendanaannya dalam kongres HMI nantinya, yakni di bidang konsumsi, transportasi dan akomodasi.

"Untuk konsumsi saja selama 7 hari mencapai Rp 969 juta untuk 2.000 peserta," katanya.

Diakuinya, Pemko Pekanbaru juga telah membantu sebesar Rp292,5 juta. Jumlah tersebut diakuinya masih kurang kekurangan Rp676,5 juta lagi.

Tidak hanya itu, untuk menutupi konsumsi yang diluar undangan, biasanya para alumni akan membantu untuk keperluan konsumsi yang belum terpenuhi.

"Kita undangkan 2.000 orang, para alumni nanti juga akan membantu. Tapi para kader lain yang datangkan bawa uang masing-masing," katanya lagi.

Untuk akomodasi, panaitia akan menyewa enam penginapan maupun hotel di Pekanbaru untuk para kader yang datang. Keenam tempat itu adalah Rusunawa belakang DPRD Riau, hotel Mayang Garden, Wisma Tirta Kencana, Hotel Green, Hotel Alpha dan Hotel Drego.

"Untuk akomodasi saja mencapai Rp 1,2 miliar," lanjutnya.

Sementara itu untuk di bidang transportasi, pihaknya memang sudah berkordinasi dengan pihak terkait. Dan untuk penyewaan bus saja, HMI mengeluarkan biaya mencapai Rp 983,5 juta. Bukan hanya itu, beberapa tiket pesawat juga ditanggung HMI untuk agenda tersebut.

"Kita gunakan bus dari hotel ke forum sidang. Bus yang digunakan 40-50 bus. Selain itu, kita juga telah menyiapkan beberapa tiket pesawat," jelasnya.

Meskipun demikian, katanya, Pemko Pekanbaru sendiri juga turut membantu bus TMP 6 buah, bus walikota 2 buah dan avanza 2 buah.

"Kita bersyukur meski masih ada kekurangan, Pemko masih mau membantu kita," ulasnya. [**red]

Berita Lainnya

Index