Posko Evakuasi di Lapangan Tugu Bengkalis Kosong Petugas

Posko Evakuasi di Lapangan Tugu Bengkalis Kosong Petugas

Metroterkini.com - Pendirian posko evakuasi dampak kabut asap yang disediakan seyogianya juga dijaga petugas, bukan seperti rumah tinggal.

Namun itulah faktanya. Seperti yang terlihat pada posko evakuasi dampak kabut asap Kecamatan Bengkalis di Lapangan Tugu, Rabu (28/10/15) yang ditinggal petugas.

Tak seorangpun petugas ada di Posko tersebut. Kondisi ini memunculkan kesan bahwa pendirian Posko evakuasi hanya sekedar menjawab pertanyaan masyarakat atau sekedar memenuhi perintah Penjabat Bupati H Ahmad Syah Harrofie.

Dari pantauan media ini, semenjak dirikan posko evakuasi itu memang belum berfungsi sebagaiman mestinya. Selain petugas medisnya tidak stand by, masyarakat korban kabut asap di Kota Bengkalis dan Kecamatan Bengkalis juga tak memanfaatkan keberadaan posko evakuasi tersebut.

Seperti diketahui, untuk mengantisipasi jatuhnya korban kabut asap sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Pemkab Bengkalis, Senin (26/10/15)  mendirikan sebanyak  lima posko evakuasi yang disebar di lima kecamatan diseluruh Kabupaten Bengkalis.

Di kecamatan Bengkalis sendiri, posko evakuasi yang sudah didirikan pada Senin (26/10/15) berada di lapangan Tugu jalan Jenderal Sudirman. Posko Evakuasi itu nantinya berada dalam koordinasi lintas satker meliputi BPBD-Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Kepala BPBD-Damkar Bengkalis Mohammad Djalal yang ditemui Senin (26/10/15) di posko lapangan Tugu memaparkan kalau pendirian lima posko sesuai dengan surat edaran gubernur Riau serta perintah dari presiden RI Joko Widodo terkait bencana nasional kabut asap. Lima posko yang didirikan tersebut selain di kecamatan Bengkalis, meliputi kecamatan Bukitbatu, Siak Kecil, Mandau dan Pinggir.

“Kelima kawasan tersebut yang sering terkena dampak kabut asap sejak dua bulan belakangan ini. Posko Evakuasi ini bukan sepenuhnya kewenangan BPBD-Damkar, tadi ada beberapa SKPD lain juga yang standby di posko evakuasi diseluruh kecamatan, terutama tenaga medis,”papar Djalal, Senin kemarin.

Disambung Djalal lagi, posko evakuasi didirikan dan diperuntukan bagi semau kalangan masyarakat di masing-masing kecamatan. Tidak tertutup juga korban dampak kabut asap dari daerah lain di Riau. Para korban dampak kabut asap nantinya akan diberikan pelayanan medis.

“Posko yang didirikan dilima kecamatan ini diprioritaskan dahulu untuk korban dampak kabut asap di kecamatan masing-masing, baru kemudian dari daerah lain,” tambah Djalal saat itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Bengkalis Irawadi membenarkan kalau posko evakuasi korban dampak kabut asap lebih kepada pelayanan medis bagi penderita berbagai penyakit akibat kabut asap. Pihak Diskes sendiri bekerjasama dengan puskesmas di lima kecamatan telah menurunkan tenaga medis.

“Posko Evakuasi itu sifatnya emergency. Kalau ada penderita berat berbagai penyakit akibat dampak kabut asap tentu dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas karena kita menyiapkan tenaga medis beserta obat-obatan hanya untuk penderita penyakit ringan,”ulas Irawadi.

Petugas medis sambungnya, akan selalu disiagkan setiap waktu, bisa jadi 24 jam sesuai dengan kebutuhan. Tenaga medis yang disiagakan di posko evakuasi tersebut berasal dari puskesmas di masing-masing kecamatan, dan masyarakat tidak dipungut biaya alias gratis. [rdi]

Berita Lainnya

Index