Pelabuhan Kuala Asam Teluk Belitung Bakal Direhab 2027

Rabu, 09 September 2026 | 15:45:58 WIB
Kabid Prasarana dan Keselamatan Dishub, Hasrizal, S.IP., M.AP

Metroterkini — Pelabuhan Umum Kuala Asam yang berada di Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, direncanakan mendapat rehabilitasi melalui APBD murni tahun anggaran 2027 mendatang. Anggaran untuk pekerjaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

Rehabilitasi diperlukan mengingat sejumlah bagian pelabuhan, khususnya atap dan tiang besi, mulai mengalami kerusakan dan korosi akibat faktor usia serta paparan air laut.

Kepada media, Rabu (09/09/2026) siang, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Fahri, SKM melalui Kabid Prasarana dan Keselamatan Dishub, Hasrizal, S.IP., M.AP mengatakan, meski kondisinya mengalami kerusakan, Pelabuhan Umum Teluk Belitung hingga saat ini masih tetap difungsikan untuk aktivitas masyarakat.

"Sejauh ini pelabuhan itu masih difungsikan. Memang dari UPT meminta agar bagian-bagian yang sudah rusak dibuka, dan saya juga menyarankan hal yang sama agar tidak mengganggu maupun membahayakan masyarakat yang berlalu lalang menggunakan jembatan pelabuhan," ujar Hasrizal.

Menurutnya, bentuk rehabilitasi nantinya kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan kondisi pelabuhan saat ini. Namun, pihaknya akan memberikan perhatian lebih terhadap kualitas material yang digunakan.

Salah satunya dengan menyarankan penggunaan besi jenis Galvanis yang dinilai lebih tahan terhadap korosi, terutama karena konstruksi pelabuhan berada di kawasan yang terpapar air laut.

"Untuk bentuk rehab mungkin masih sama, yakni atap meliputi tiang atap. Akan tetapi kita tekankan pada kualitas bahan. Kita menyarankan menggunakan besi Galvanis untuk tiang atapnya yang lebih tahan terhadap korosi air laut," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Aldo itu menambahkan, meski terdapat keterbatasan anggaran, Dishub Meranti juga berencana melakukan pendataan secara langsung terhadap kondisi seluruh pelabuhan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pendataan tersebut dinilai penting agar pemerintah memiliki data terbaru dan valid mengenai kondisi masing-masing pelabuhan, termasuk tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganannya.

"Nanti kita berencana mendata dengan mengunjungi langsung pelabuhan-pelabuhan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dengan begitu kita memiliki data yang valid untuk melihat langsung kondisi pelabuhan," katanya.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengusulkan rehabilitasi maupun pembangunan pelabuhan baru, baik kepada Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah pusat.

Ia mengakui, selama ini sebagian data yang menjadi pegangan masih merupakan data lama dan belum diperbarui. Padahal, kondisi pelabuhan dapat berubah setiap tahun akibat kerusakan yang berbeda-beda.

"Memang sejauh ini kita masih menggunakan data yang sudah lama dan belum ada pembaruan. Padahal setiap tahun kondisi setiap pelabuhan pasti mengalami kerusakan yang berbeda-beda," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasrizal menjelaskan, peluang pengajuan pembangunan atau rehabilitasi ke pemerintah pusat juga bergantung pada status pelabuhan dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).

"Kalau memang setiap pelabuhan itu masuk dalam RIPN, kita bisa mengajukan ke pusat. Namun kenyataannya tidak semua pelabuhan masuk dalam RIPN," jelasnya.

Terkait kondisi Pelabuhan Umum Teluk Belitung, Dishub sebelumnya juga telah memberikan imbauan agar pengguna tetap berhati-hati. Bahkan, pada tahun lalu sempat ada rencana untuk menutup sementara pelabuhan tersebut dan mengalihkan aktivitas ke pelabuhan bongkar muat yang telah direhabilitasi.

Namun, rencana tersebut mendapat keluhan dari pengguna jasa. Pasalnya, ketika air laut surut, masyarakat mengalami kesulitan untuk turun dari kapal di pelabuhan alternatif tersebut.

"Memang sebelumnya sudah kita imbau dan tahun lalu sempat akan ditutup sementara serta dipindahkan ke pelabuhan bongkar muat yang sudah direhab. Tetapi banyak keluhan dari pengguna jasa karena ketika air surut mereka susah turun," katanya.

Untuk saat ini, Pelabuhan Umum Teluk Belitung masih tetap digunakan. Sementara bagian-bagian yang dinilai sudah membahayakan mulai dibongkar secara bertahap oleh pihak UPT.

Pelabuhan tersebut masih menjadi salah satu akses masyarakat untuk perjalanan dari Teluk Belitung menuju Selatpanjang maupun sebaliknya. Saat ini terdapat sekitar tiga unit speedboat yang melayani aktivitas penumpang melalui pelabuhan tersebut. 

Terkini