Aktivis Desak KPK RI Ambil Alih Dugaan Kasus Korupsi Mega Proyek Irigasi di Rohul

Kamis, 20 April 2023 | 21:09:36 WIB

Metroterkini.com - Mega proyek pembangunan jaringan irigasi dibawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera III di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau diduga sarat korupsi.

Pasalnya pembangunan jaringan irigasi itu dinilai menjadi objek oleh oknum yang mencari keuntungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Bukan tanpa alasan hal itu terungkap dari hasil temuan Lembaga Swadaya Masyarakat yang belum lama ini melakukan investigasi di lokasi kegiatan.

Aktivis muda Rokan Hulu, Umri Hasibuan kepada metroterkini.com, Kamis (20/4/2023) mengatakan proyek pembangunan irigasi di Kabupaten Rokan Hulu sudah berlangsung sejak tahun 2018 lalu hingga 2022 yang bersumber dari APBN.

Menurutnya hampir tiap tahun pekerjaan tersebut menyisakan banyak permasalahan, mulai dari pelaksanaan, teknis kegiatan yang tidak  sesuai dengan spesifikasi yang dinilai asal jadi. Bahkan parahnya lagi untuk kegiatan proyek tahun 2021 masih ada hutang yang belum dibayarkan oleh pelaksana kepada penyuplai material.

" Sebelumnya kami sudah melaporkan permasalahan ini ke Kejati Riau yang kemudian dilimpahkan ke Kejari Rokan Hulu, namun sampai saat ini tidak jelas perkembangan kasusnya," ucap Umri.

Lebih lanjut Umri mengatakan, secara kasat mata saja bisa dilihat dari fisik bangunan yang hanya asal jadi di tambah lagi beberapa titik pekerjaan sudah mengalami kerusakan.

Sebut saja, untuk kegiatan tahun 2022 lalu yang sampai saat ini belum selesai, bahkan pelaksananya sudah sempat di take over dua kali namun sampai April 2023 ini juga belum selesai dikerjakan.

" Kami heran kenapa penanganan perkaranya mandeg di Kejari Rohul, atau memang pelaksanannya kebal hukum. Untuk itu kami minta KPK RI untuk mengambil alih perkara ini," tegas Umri.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Beni saat diminta tanggapannya terkait soal proyek irigasi di Rokan Hulu memilih bungkam.

Sampai berita ini ditayangkan tidak ada jawaban konfirmasi dari Beni, baik melalui sambungan seluler maupun balasan pesan singkat atau WhatsApp pribadinya.[man]

Terkini