Wabah Lalat Rumah Resahkan Warga Pasir Pengaraian, Dinkes Rohul Imbau Jaga Kebersihan

Wabah Lalat Rumah Resahkan Warga Pasir Pengaraian, Dinkes Rohul Imbau Jaga Kebersihan
Foto Ai ilustrasi

Metroterkini.com – Masyarakat Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, dalam sepekan terakhir diresahkan dengan fenomena meningkatnya populasi lalat rumah (Musca domestica) yang menyerbu sejumlah kawasan permukiman warga.

Keluhan masyarakat bermunculan dari berbagai tempat, terutama yang berada tidak jauh dari lokasi peternakan ayam potong. Banyak warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu akibat banyaknya lalat yang masuk ke rumah maupun tempat usaha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, kemunculan lalat dalam jumlah besar diduga berasal dari beberapa kandang ayam potong yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

Seorang warga Desa Koto Tinggi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, populasi lalat mulai meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak nyaman, terutama saat menyiapkan dan mengonsumsi makanan.

"Kami menduga lalat ini berasal dari kandang ayam potong yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. Hampir setiap hari lalat masuk ke rumah dalam jumlah banyak dan sangat mengganggu," ujar warga tersebut kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Doyok (37), warga Pematang Berangan yang berprofesi sebagai pemilik usaha kuliner. Ia mengaku mengalami kerugian karena banyak pelanggan merasa terganggu dengan keberadaan lalat di tempat usahanya.

"Sebagai pedagang makanan tentu sangat terganggu. Kami harus bekerja ekstra menjaga kebersihan karena lalat terus berdatangan. Pelanggan juga merasa kurang nyaman saat makan," kata Doyok.

Lalat rumah atau Musca domestica merupakan serangga yang umum ditemukan di lingkungan manusia. Serangga ini umumnya berwarna abu-abu hingga hitam, memiliki sepasang sayap membran, serta mata berwarna merah.

Meski terlihat sederhana, keberadaan lalat dalam jumlah besar tidak boleh dianggap remeh. Dalam dunia kesehatan, lalat rumah dikenal sebagai salah satu vektor mekanis yang dapat membawa berbagai mikroorganisme berbahaya.

Para ahli kesehatan menyebutkan lalat mampu membawa lebih dari 100 jenis mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia. Beberapa penyakit yang sering dikaitkan dengan penyebaran lalat antara lain tifus, disentri, kolera, diare, hingga berbagai infeksi saluran pencernaan lainnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr. Bambang Triono, MM, membenarkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan sementara, sumber wabah lalat diduga berasal dari aktivitas kandang ayam potong.

"Populasi lalat yang meningkat saat ini diduga berasal dari area kandang ayam potong. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah penanganan sehingga kondisi ini tidak berlarut-larut," ujar Bambang.

Ia menjelaskan, populasi lalat dapat berkembang sangat cepat apabila didukung kondisi lingkungan yang lembab serta banyak terdapat bahan organik seperti kotoran ternak dan sampah basah.

Karena itu, Bambang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, jangan membiarkan sampah berserakan terutama sampah basah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat. Selain itu, pastikan makanan dan minuman selalu tertutup agar tidak dihinggapi lalat," katanya.

Bambang juga meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan kesehatan seperti diare, muntah, demam, atau gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan kontaminasi makanan.

Menurutnya, upaya pengendalian populasi lalat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh masyarakat dan pelaku usaha peternakan dalam menjaga sanitasi lingkungan.

Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan fenomena wabah lalat yang meresahkan warga Pasir Pengaraian dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan.[man]

Berita Lainnya

Index