Metroterkini.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu pastikan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Bupati Rokan Hulu, Anton, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat terhadap jenis BBM tertentu.
Menurut Anton, berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, PT Pertamina (Persero), dan Pemerintah Provinsi Riau, pasokan BBM di Rokan Hulu dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Antrean panjang pengisian BBM yang terjadi saat ini bukan karena kelangkaan stok BBM. Kondisi ini merupakan dampak dari migrasi pola konsumsi masyarakat,” ujar Anton, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terjadi peralihan penggunaan BBM di masyarakat. Sebagian pengguna Dex dan Dexlite beralih ke Bio Solar, sementara pengguna Pertamax dan Pertamax Turbo beralih ke Pertalite.
Perubahan pola konsumsi yang terjadi secara bersamaan itu menyebabkan lonjakan permintaan pada jenis BBM tertentu, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga memicu antrean di sejumlah SPBU.
Meski demikian, Anton menegaskan bahwa rantai distribusi BBM tetap berjalan normal. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan pasokan tetap lancar dan merata di seluruh wilayah.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang dapat memperparah antrean.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Dengan begitu, distribusi dapat berlangsung merata dan adil,” kata Anton.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu optimistis, dengan dukungan masyarakat, kondisi antrean BBM akan segera kembali normal.
Anton juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pelayanan energi.
“Mari bersama kita jaga suasana tetap kondusif, saling memberi pengertian, dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pelayanan energi bagi masyarakat,” ujarnya.[man]

