LAM Sebut Pucuk Rebung Salah Posisi, Konsultan Perencana: Terserah Kalian Menafsirkan

LAM Sebut Pucuk Rebung Salah Posisi, Konsultan Perencana: Terserah Kalian Menafsirkan

Metroterkini.com - Akhirnya hasil investigasi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis diketahui. Pihak lembaga adat dengan tegas mengatakan bahwa posisi ornamen diduga Pucuk Rebung terbalik.

Namun, hasil investigasi LAM justru bertolak belakang dengan pernyataan Vitra Andready Romadhani konsultan perencana proyek tersebut yang dikirim melalui WhatsApp, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, ornamen yang dipasang di Tugu Tanjak tersebut bukan pucuk rebung, tapi batik vektor Melayu Riau yang biasa digunakan pada seni kaligrafi kontemporer dan batik Melayu Riau. Motif ini biasa digunakan pada desain grafis oleh desainer seperti pembuatan undangan, baliho dan lain-lain.

"Setau saya itu bukan motif rebung ya, tapi kalau kalian menyebutnya motif pucuk rebung ya terserah kalian aja," jawab Andre.

Namun ketika diminta menjelaskan filosofi dan makna dalam kebudayaan Melayu jika motif batik vektor ditempatkan pada sebuah tanjak. Andre tidak menjawab.

Sementara sampai saat ini, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Alwizar belum bisa dikonfirmasi baik melalui pesan WhatsApp mau melalui telepon seluler, karena nomornya tidak aktif. Saat didatangi ke kantor, dia pun jarang masuk.

"Pak Awi (Alwizar) belum masuk pak," kata security saat awak media menyambangi Kantor Disbudparpora pada Selasa siang sekira pukul 10.00 WIB.

Munculnya pertanyaan dari pemerhati kebudayaan di Bengkalis terhadap ornamen diduga pucuk rebung, ketika poto Tugu Tanjak tersebar di media sosial. Beragam pertanyaan muncul dari netizen yang akhirnya memunculkan polemik.

Menyikapi polemik di tengah masyarakat, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis , menurunkan tim investigasi.

Turunnya Tim investigasi LAMR disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Al Karim melalui rilis pada Senin (13/4/2026) sore.

Menurutnya, Tim LAMR, yang terdiri dari Sekum DPH LAMR, Datuk Abdul Vattah, Sekum MKA, Datuk Darmansyah, dan para Timbalan Ketua Umum, yang terdiri dari Datuk H. Muchlizar dan Datuk Bukhari Rasyid, Datuk Dodi Saputra, Datuk Ariansyah Putra berpendapat, telah terjadi kesalahan atau pelanggaran kaidah, dalam hal penempatan ornamen atau ukiran pucuk rebung. Sekum DPH LAMR, Datuk Abdul Vattah, mengatakan, bahwa semestinya ukiran pucuk rebung itu menghadap ke atas.

"Menurut kaidah, ukiran Pucuk Rebung, seharusnya menghadap ke atas karena ada pilosofinya. Ukiran Pucuk Rebung, melambangkan pertumbuhan, kekuatan, dan harapan untuk terus berkembang dalam kehidupan," kata Datuk Abdul Vattah.

Menyambung Datuk Abdul Vattah, Sekum MKA, Datuk Darmansyah, menyebutkan bahwa memang telah terjadi kesalahan dalam penerapan pola ukiran pucuk rebung.

Dalam hal ini, pihak LAM sangat menyayangkan tidak adanya koordinasi antara pemimpin proyek dengan pihak-pihak yang mengerti tentang kaidah tersebut.

"Semestinya, sebelum pekerjaan pembuatan Tugu Tanjak ini dilaksanakan, mereka berkonsultasi dulu dengan LAMR Kabupaten Bengkalis, agar segala sesuatunya berjalan sesuai ketentuan, kaidah dan alur patut. LAMR sangat terbuka, dan selalu bersedia memberikan masukan jika diminta,, dan di LAMR banyak para tokoh yang mengerti tentang kaidah penggunaan ukiran Melayu" kata Datuk Darmansyah.

Apa yang disampaikan oleh Datuk Abdul Vattah dan Datuk Darmansyah, juga diaminkan oleh Timbalan Ketua Umum DPH, Datuk H. Muchlizar dan Datuk Bukhari Rasyid. Mereka berpendapat bahwa, penempatan ukiran Melayu, sebaiknya disesuaikan dengan alur patut yang sudah diajarkan oleh para pendahulu dan tokoh-tokoh adat Melayu.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Bengkalis, Datuk Seri H. Ilham Noer, ketika dihubungi secara terpisah , mengatakan bahwa, LAMR Kabupaten Bengkalis, akan segera menghubungi Dinas Terkait, untuk menyampaikan pandangan LAMR.

"Kita akan segera menghubungi Dinas Terkait, dan akan memberikan saran, terhadap langkah-langkah yang semestinya diambil. Jika terjadi kesalahan penempatan ukiran, maka kita akan menyarankan agar kesalahan tersebut diperbaiki," kata Datuk Seri H. Ilham Noer. (Rudi)

Berita Lainnya

Index