Puluhan Desa di Kepulauan Meranti Ajukan DDs, 8 Desa Sudah Cair

Puluhan Desa di Kepulauan Meranti Ajukan DDs, 8 Desa Sudah Cair
Kabid Pemerintahan Desa Aminnullah

Metroterkini – Sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai mengajukan pencairan Dana Desa Reguler Tahap I Tahun 2026. Berdasarkan dokumen pengajuan, penyaluran dilakukan secara bertahap dalam tiga kelompok atau batch.

Pada batch pertama, terdapat delapan desa yang tersebar di Kecamatan Rangsang Pesisir dan Merbau, di antaranya Tanah Merah, Sonde, Kedabu Rapat, Sokop, hingga Bungur.

"8 Desa itu sudah disalurkan dana desanya, dan bahkan sudah ada yang melakukan penyaluran BLT-DD," Terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Meranti Asrorudin melalui Kabid Pemerintahan Desa Aminnullah, Selasa (14/04/2026) via telpon.

Selanjutnya, batch kedua mencakup lebih banyak desa dari beberapa kecamatan seperti Tebing Tinggi Barat, Tasik Putri Puyu, Rangsang Pesisir, Rangsang, hingga Rangsang Barat. Desa-desa yang masuk dalam tahap ini antara lain Tanjung Peranap, Tanjung Padang, Beting, Dedap, Mekar Delima, hingga Segomeng.

Sementara itu, pada batch ketiga, pengajuan mencakup desa-desa di wilayah Merbau, Rangsang Barat, Tasik Putri Puyu, Tebing Tinggi Timur, hingga Pulau Merbau. Beberapa di antaranya yakni Tanjung Kulim, Lemang, Bokor, Putri Puyu, Kudap, hingga Centai.

Dijelaskan Aminullah, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 7 tahun 2026, ada tujuh prioritas tentang penggunaan Dana Desa.

Diantaranya anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung penanganan kemiskinan, Desa Berketahanan Iklim dan Tangguh Bencana, peningkatan layanan dasar kesehatan desa, Ketahanan pangan, Pengembangan ekonomi desa, pembangunan infrastruktur berbasis padat karya tunai, Infrastruktur digital dan teknologi desa.

"Dengan pengajuan yang dilakukan secara bertahap ini, diharapkan proses pencairan dana dapat segera berjalan sehingga program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa bisa direalisasikan lebih awal," Harapnya.

Dijelaskan, setidaknya sudah ada puluhan desa telah masuk dalam daftar pengajuan tahap awal ini, yang menunjukkan bahwa proses administrasi pencairan Dana Desa sudah mulai bergulir sejak awal tahun.

"Pengajuan yang dilakukan secara bertahap ini sebagaimana sesuai dengan usulan masing-masing desa dengan proses verifikasi administrasi dan kelengkapan dokumennya," Jelasnya.

Dengan pencairan untuk masing-masing desa ini, masyarakat desa diharapkan dapat segera merasakan dampak dari penggunaan Dana Desa, baik melalui pembangunan fisik maupun program pemberdayaan ekonomi.

Namun demikian, walaupun ada pengurangan untuk dana desa ini, transparansi dan pengawasan dalam penggunaan anggaran tetap menjadi perhatian penting, agar Dana Desa benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran," Harapnya kembali.

Berita Lainnya

Index