Eks Menlu Sebut Prabowo Kalkulasikan Lamanya Perang AS-Israel vs Iran

Eks Menlu Sebut Prabowo Kalkulasikan Lamanya Perang AS-Israel vs Iran

Metroterkini.com - Presiden Prabowo Subianto disebut tengah mengkalkulasikan lamanya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang Iran. 

Hal tersebut diungkapkan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda usai menghadiri pertemuan antara Prabowo dengan presiden dan wakil presiden terdahulu, tokoh diplomat, serta ketua umum partai politik, Selasa (3/3/2025) malam. 

"Kita berhitung semua, apa efeknya terhadap kita? tidak hanya dari sisi itu saja, tapi dari sisi kalkulasi berapa lama perang ini akan berlangsung. 

Sebelumnya, Trump mengatakan berapa hari, tetapi sekarang bicara berapa minggu," ujar Hassan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari siaran Kompas TV. 

"Kalau misalnya Amerika akan menggelar pasukan daratnya, bisa jadi lebih panjang dan reaksi perlawanan di sekitar negara-negara Timur Tengah juga akan membesar dan itu perang akan berlangsung lama," ujar Hassan. 

Di samping itu, Prabowo menyampaikan sejumlah perkembangan, terutama terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah. 

"Presiden memberikan update briefing tentang berbagai perkembangan terbaru di yang terjadi di dunia, khususnya berkaitan dengan yang selama ini sudah menjadi perhatian banyak di antara kita yaitu mengenai yang paling mutakhir tentunya, perkembangan serangan AS dan Israel terhadap Iran," ujar Hassan. 

"Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita tidak hanya dua karang, tapi sekarang beberapa karang dan itu tidak mudah," ujar Hassan. 

Sebab selain aspek perdamaian dan keamanan, konflik antara AS-Israel dengan Iran berpotensi berdampak terhadap sektor ekonomi. 

"Potensi efek dari perang ini terhadap kepada ekonomi dunia khususnya yang menyangkut supply, oil, minyak dan gas kita berhitung semua apa efeknya terhadap kita dari sisi itu saja," jelas Hassan. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, operasi militer di Iran bisa berlangsung selama empat minggu. 

"Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu," katanya kepada surat kabar Inggris Daily Mail, dalam wawancara terbaru, Minggu (1/3/2026). 

"Sekuat apapun Iran, ini adalah negara yang besar, akan membutuhkan waktu empat minggu atau kurang," sambungnya. 

Serangan gabungan AS dan Israel sendiri sebelumnya telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya. 

Pasukan Iran telah merespons dengan rudal dan drone yang menghantam pangkalan militer AS, serta target lain di seluruh Timur Tengah. 

Trump pun mendesak Iran untuk segera menghentikan serangannya. 

"Sekali lagi saya mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata," ujarnya, dikutip dari AFP. 

"Ini akan menjadi kematian yang pasti. Ini tidak akan menyenangkan," sambungnya. [**]
 

Berita Lainnya

Index