Hadiri Rakornas 2026, Anton-Poti: Rohul Siap Selaraskan Pembangunan Daerah dengan Agenda Nasional

Hadiri Rakornas 2026, Anton-Poti: Rohul Siap Selaraskan Pembangunan Daerah dengan Agenda Nasional

Metroterkini.com - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Senin (2/2/2026) menjadi panggung konsolidasi politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ribuan kepala daerah dan pemangku kepentingan nasional dikumpulkan dalam satu forum untuk menyatukan arah kebijakan pusat dan daerah.

Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM hadir bersama Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, Kepala Kejaksaan Negeri Rohul Dr. Rabani M. Halawa, serta Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra.

Rakornas yang dibuka langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Dalam pidato pembukaannya, Prabowo menegaskan pentingnya kekompakan nasional sebagai modal utama menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

Presiden mengaku terharu melihat hampir seluruh pemangku kepentingan nasional hadir dalam satu forum. “Jika semangat ini sungguh-sungguh berasal dari hati yang paling dalam, saya yakin masa depan bangsa ini aman. Kita akan berhasil,” kata Prabowo di hadapan para menteri kabinet, Panglima TNI, Kapolri, serta kepala daerah se-Indonesia.

Prabowo menyebut Indonesia kerap dipandang dunia sebagai “negara yang tidak mungkin” negara dengan ratusan suku, agama, dan bahasa, namun tetap berdiri sebagai satu kesatuan. Menurut dia, kunci keberlangsungan Indonesia terletak pada kualitas kepemimpinan yang jujur, adil, dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengingatkan para kepala daerah agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Ia menyinggung masa penjajahan ketika martabat bangsa Indonesia direndahkan. “Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah,” ujarnya.

Pesan tersebut, kata Prabowo, menjadi pijakan Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Di tengah dinamika global dan potensi konflik internasional, ia menegaskan prinsip diplomasi Indonesia: “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” seraya mengingatkan kembali pesan Bung Karno dan Jenderal Sudirman agar bangsa ini tetap berdikari.

Rakornas 2026 mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.” Forum ini dibagi dalam enam sesi utama yang membahas isu strategis nasional, mulai dari percepatan pertumbuhan ekonomi hingga reformasi hukum.

Enam agenda tersebut meliputi strategi pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi dengan target pertumbuhan 8 persen pada 2029, penguatan kedaulatan pangan dan ketenagakerjaan berkelanjutan, transformasi pendidikan dan kesehatan, percepatan pembangunan infrastruktur dan tata ruang, penguatan pertahanan dan keamanan nasional, serta reformasi tata kelola hukum.

Rangkaian Rakornas ditutup oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Usai kegiatan, Bupati Rokan Hulu Anton menyatakan optimisme atas arah kebijakan nasional yang disampaikan Presiden.

“Arahan Presiden menjadi instruksi yang jelas bagi daerah. Rokan Hulu siap menyelaraskan pembangunan daerah dengan target nasional, termasuk visi pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penguatan potensi lokal dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Anton.

Ia menegaskan kehadiran lengkap unsur Forkopimda Rohul merupakan wujud komitmen bersama membangun daerah secara sejalan dan satu suara dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Bupati Syafaruddin Poti menambahkan, isu kedaulatan pangan dan transformasi layanan kesehatan menjadi fokus yang akan segera ditindaklanjuti di Kabupaten Rokan Hulu. Menurut dia, dua sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rakornas di Sentul berakhir menjelang sore. Namun, bagi para kepala daerah, termasuk Rokan Hulu, forum tersebut menjadi momentum untuk membawa pulang semangat sinergi dan kepemimpinan nasional ke daerah, guna membangun Indonesia dari pinggiran.[Adv]

Berita Lainnya

Index