Ditengah Pandemi Covid-19, Pemkab Pelalawan Kurban 13 Ekor Sapi

Ditengah Pandemi Covid-19, Pemkab Pelalawan Kurban 13 Ekor Sapi

Advertorial – Bupati Pelalawan H. Zukri memperbolehkan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 H, Selasa (20/7/2021) pagi, di masjid-masjid ataupun mushala dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat mengingat masih pandemi Covid-19. Tatacara pelaksanaannya pun sudah diatur melalui Surat Edaran (SE) yang ditandatangani langsung oleh Bupati.

Toh demikian, Bupati Zukri sendiri tidak melaksanakan Shalat Ied di Masjid. Ia memilih melaksanakan ibadah tersebut di rumah dinasnya bersama dengan keluarga besar, seperti halnya ketika hari raya Idul Fitri tempo hari. Perayaan Idul Fitri itu sendiri berselangan tak lama usai Zukri dan wakilnya, H. Nasarudin, dilantik sebagai pasangan kepala daerah defenitif.

Pada Shalat Idul Adha di rumah dinas, Bupati Zukri juga bertindak sebagai khatib merangkap jadi imam dengan jamaah yang terdiri dari keluarga inti. Begitupun saat pelaksanaan Shalat Ied pada Idul Fitri sebelumnya. Ia juga memutuskan tidak ada acara-acara open house pada pelaksanaan Idhul Adha hari itu untuk mencegah kerumunan yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

Adapun, materi khutbah yang disampaikan Bupati Zukri yakni menyangkut ikhtiar melawan wabag covid-19. Pandemi ini sebagai musuh bersama, yang mesti dilawan bersama-sama. Virus yang telah jadi musuh nyata tapi tidak kelihatan wujudnya. Akibat pandemi Covid-19 berbagai sektor amburadul dibuatnya.

Sebab itu, Bupati berpesan agar selalu menjaga anggota keluarga dan sanak saudara dari kerumunan, selalu menjalan instruksi pemerintah dengan menerapkan tiga M, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan langkah lebih baik.

Dalam khutbah singkat itu Bupati Zukri menyampaikan ibadah qurban setiap Hari Raya Idul Adha berawal dari kisah kerelaan Nabi Ibrahim AS mengurbankan anak yang sangat Ia cintai, Nabi Ismail AS. Ismail adalah adalah anak yang sangat dinantikan kehadirannya oleh Nabi Ibrahim. Setiap malam, Ibrahim berdoa diberikan anak yang saleh.

“Dengan demikian kurban dapat dimaknai sebagai bentuk kepasrahan seorang hamba untuk mendekatkan diri dengan Pencipta-Nya. Hal ini ada kaitannya dengan asal-usul perayaan Idul Adha yang dilatarbelakangi oleh ujian yang menerpa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail,” ujar Zukri.

“Sama dengan ujian yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk kabupaten Pelalawan, jika dikaitkan dengan pandemi Covid-19, tentu kita harus rela berkorban mengikuti anjuran pemerintah,” sambungnya.

Akan halnya Wakil Bupati Pelalawan H. Nasarudin, SH, MH dikabarkan memilih melaksanakan Saat Idhul Adha di kampung kelahirannya, yakni Kecamatan Pangkalan Lesung.

Bupati H. Zukri dengan salah seekor sapi qurban

Pelaksanaan Qurban Pemkab

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan memutuskan untuk melaksanakan penyemblihan hewan qurban pada Rabu (21/07/2021) atau sehari pasca Hari Raya Idul Adha 1442 H. Pemotongan yang dilaksanakan di komplek rumah dinas di areal perkantoran Bhakti Praja Pemkab Pelalawan di Pangkalan Kerinci itu disaksikan langsung Bupati Zukri.

Total ada 13 ekor sapi qurban yang dikelola Pemkab Pelakawan dalam tahun ini dengan rincian 11 ekor dari seluruh pegawai yang ada di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dua ekor sumbangan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

“Empat ekor tidak disembelih, tapi disumbangkan ke desa-desa yang tidak ada qurban di Langgam dan Pangkalan Kerinci,” terang Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan, Akmamul Hadi, kepada media.

Sedangkan sembilan ekor lagi disembelih di rumah dinas pejabat komplek perkantoran Bhakti Praja. Proses pemotongan disaksikan langsung Bupati Pelalawan H Zukri beserta para pimpinan OPD. Tim jagal hewan qurban merupakan para pegawai dan masyarakat yang terlibat sebagai panitia.

Panitia membagikan 1.400 kupon lebih dalam penyembelihan ini yang disalurkan kepada seluruh petugas kebersihan jalan, perawatan taman, cleaning service di semua perkantoran Bhakti Praja, serta masyarakat yang membutuhkan. “Setelah semua proses selesai, daging akan kita bagikan kepada semua pemilik kupon,” tandasnya.

Proses pemotongan qurban tidak digelar di Mesjid Agung Ulul Azmi seperti biasanya lantaran mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat saat penyembelihan dan pembagian daging. [adv]

Berita Lainnya

Index