Bulog Beli Kedelai dari 3 Importir, DPR Endus Dugaan Kartel

Bulog Beli Kedelai dari 3 Importir, DPR Endus Dugaan Kartel

Metroterkini.com - Komisi IV DPR RI mencurigai adanya tindakan kartel dalam importasi kedelai yang dilakukan oleh Perum Bulog.

Kecurigaan ini muncul saat Ketua Komisi IV DPR Sudin menanyakan ke Dirut Bulog Budi Waseso, soal sumber penyediaan kedelai untuk pasokan di dalam negeri.

Pasalnya, yang dia ketahui satu importir kedelai kapasitas impornya bisa mencapai 2 juta ton.

"Jadi Bulog tidak beli (kedelai) secara langsung dengan importir tapi membeli melalui (perusahaan lokal) importir?," tanya Sudin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bapanas dan Perum Bulog, Rabu (16/11/2022).

Pertanyaan tersebut sontak langsung dijawab oleh bos Bulog.

Buwas menjelaskan Bulog tahun ini mendapatkan amanat dari pemerintah untuk penyediaan kedelai di dalam negeri dengan membeli kedelai dari 3 perusahaan importir kedelai di Indonesia dan tidak mengimpor secara langsung.

"Iya dari 3 perusahaan," jawab Buwas singkat.

Tanpa pikir panjang, Sudin pun langsung menyerang jawaban Buwas.

"Itu kan kartel. Mengapa selama ini tidak dibongkar, pemerintah seolah tutup mata. Saya tahu salah satu importir sampai 2 juta ton impornya," seru Sudin.

Oleh karena itu Sudin berharap, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bisa mengambil alih dalam mengurus perdagangan kedelai, sebab Bapanas sudah memiliki kekuasaan penuh untuk mengurus persoalan pangan nasional.

"Harusnya Badan Pangan ambil alih semuanya. Jangan tanggung-tanggung. Bapanas kan sudah punya kekuasaan luar biasa. Kalau mau bongkar yah bongkar sekalian termasuk gandum" kata Sudin.

"Nanti Bapanas yang menugaskan Bulog berapa, termasuk importir juga beli dari mana," tambahnya.

Sekedar informasi, saat ini Bulog dalam proses melakukan importasi 350 ribu ton kedelai yang ditargetkan tiba di Indonesia pada Desember nanti. [**]

Berita Lainnya

Index