Pembayaran Molor, Vendor Segel Proyek Irigasi

Pembayaran Molor, Vendor Segel Proyek Irigasi

Metroterkini.com - Sejumlah vendor pada pekerjaan proyek jaringan irigasi sekunder dan tersier OSAKA di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menyegel beberapa titik lokasi proyek, Rabu (30/3/2022) siang.

Pasalnya pelaksana proyek belum membayarkan jasa konstruksi, sewa alat berat, material dan upah kerja kepada sejumlah vendor. Padahal pekerjaan sudah dikerjakan seratus persen dan sudah serah terima antara pelaksana dengan pengguna jasa atau pemerintah.

Salah seorang vendor pada pekerjaan pemasangan batu turap tembok penahan tebing sekunder, Abdul Aziz mengaku penyegelan terpaksa  dilakukan karena pencairan kepada sejumlah vendor selalu menemui jalan buntu.

" Kami sudah berulang kali jumpa dengan pelaksana, janjinya akan dibayarkan. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan dan terkesan saling lempar tanggung jawab ", kata Aziz.

Dia berharap pelaksana proyek untuk segera melunasi hutang kepada vendor, jika tidak maka vendor-vendor akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan ke aparat penegak hukum.

" Kami hanya memperjuangkan hak, bila perlu kami akan laporkan permasalahan ini ke pihak berwajib ", ucapnya dengan nada kesal.

Dari pantauan di beberapa titik lokasi proyek tampak spanduk bertuliskan vendor meminta kepada Kementerian PUPR, Dirjen Sumberdaya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera III bersama Inspektorat Riau untuk menengahi permasalahan sampai tuntas.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa III, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera III Provinsi Riau, Beni, ST menyayangkan hal ini terjadi.

Dia menduga ada sengketa atau kecurangan dalam internal pelaksana proyek, sehingga pembayaran kepada vendor menjadi terkendala.

"Intinya pekerjaan sudah kami bayarkan seratus persen sesuai kontrak ke rekening perusahaan pelaksana proyek dan sudah serah terima ", jelasnya.

Untuk diketahui sebelumnya vendor meminta kepada pihak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera III (BWSS tiga) untuk dapat memediasi dengan PT. Loeh Raya Perkasa selaku kontraktor pelaksana dan sub kontraktor mengingat selama ini kedua belah pihak selalu saling lempar tanggung jawab ketika ditagih pembayaran.

Sementara itu PT. Loeh Raya Perkasa selaku kontraktor pelaksana mengaku sudah melunasi pembayaran kepada sub kontraktor sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak sebesar 70 persen dari nilai kontrak dengan nilai sebesar Rp 14 milyar lebih. [man]

Berita Lainnya

Index