KKP Tangkap 7 Kapal Pukat Harimau di Perairan Rohil

Kamis, 10 Juni 2021 - 19:50:48 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kapal Patroli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, berhasil mengamankan tujuh kapal penangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau (troll).

Saat itu, petugas sedang berpatroli dengan Kapal Patroli Hiu-16, ada 7 nakhoda dan 84 Anak Buah Kapal (ABK) yang turut diamankan. Kamis, (10/06/21). Ketujuh kapal itu milik nelayan asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Mereka ditangkap petugas saat menangkap ikan di perairan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau.

"Ketujuh nakhoda dan 84 ABK berhasil diamankan. Adapun ketujuh kapal ikan itu bernama, KM Rejeki Baru 2, KM Sinar Terang 8, KM Bintang Cerah I, KM Sumber Rejeki 36. Lalu, KM Mizi Jaya, KM Kota Nelayan dan KM Bintang Anugerah," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, H Herman Mahmud, Kamis (10/6).

Herman menyebutkan, penangkapan kapal ikan itu berawal ketika petugas kapal patroli Hiu 16 sedang melakukan patroli pada Selasa (8/6) kemarin.

Lalu mereka melihat tujuh kapal ikan yang mencurigakan, petugas pun langsung mendekatinya.

"Petugas melakukan pemeriksaan di atas kapal, akhirnya petugas menemukan alat penangkap ikan jenis pukat harimau dan dokumen SIPI SIUP yang sudah kadaluarsa," jelas Herman.

Pemeriksaan berlanjut, petugas juga menemukan 19 ton ikan hasil tangkapan dari tujuh kapal itu. Saat ini, ABK dan barang bukti kapal telah diamankan di Pelabuhan Perikanan Kota Dumai.

"Para nakhoda dan ABK ketujuh kapal ini telah diamankan. Mereka akan menjalani proses hukum," ucap Herman.

Sebelumnya, pihaknya meminta bantuan kapal patroli Hiu-16 milik KKP, untuk patroli di Peraian Riau yang rawan ilegal fishing. Sebab, pihaknya hanya memiliki satu kapal patroli yakni Kurau yang tidak bisa menjangkau seluruh perairan di Riau.

"Kami sangat berterima kasih kepada KKP yang telah merespon permintaan untuk membantu patroli di perairan Riau. Karena kami pernah menyampaikan hal ini langsung ke Menteri, bahwa perairan Riau di Rohil dan Inhil marak illegal fishing," tandasnya. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT