Metroterkini.com - Satgas Karlahut (Satuan Tugas Gabungan Kebakaran Lahan dan Hutan) di wilayah Koramil 02 Rambah Kodim 0313/Kpr, Polsek Rambah Samo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hulu, terus melakukan pencegahan akan terjadinya aksi pembakaran Lahan dan Hutan, Sabtu (13/08/16).
Belasan yang terdiri dari personil Militer Koramil 02 Rambah, Polsek Rambah Samo, BPBD Kab. Rohul dan masyarakat setempat yang jumlah keseluruhannya mencapai 17 orang, melakukan patroli ke wilayah yang benar-benar dianggap rawan terjadinya Karlahut.
Kapolsek Rambah Samo Iptu Yani Marjoni memimpin lagsung kegiatan patroli Karlahut mengungkapkan.
"Kegiatan patroli tim satgas gabungan ini, dilaksanakan secara berkala dan berlanjut agar ruang gerak dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin melakukan aksi pembakaran lahan dan hutan dapat kita diteksi secara dini”, tutur Kapolsek Rambah Samo.
Lanjutnya, pihaknya menemukan adanya lahan yang telah terbakar. "kami akan melakukan pemadaman sampai api dan asap tidak terlihat di daerah tersebut. Kerena kalau tidak seperti itu api bisa saja hidup kembali karena diterpa angin. Kami akan langsung melakukan pemasangan garis polisi”.
Terlihat dari kegiatan tim satgas dalam melaksanakan berpatroli dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Dan sesekali tim gabungan memasuki lahan-lahan masyarakat untuk melihat dan memantau apakah ada kegiatan pembakaran lahan.
Sementara itu, Danramil 02 Rambah Kapten Arm Alza Septendi sangat mengharapkan kepada masyarakat agar tidak melakukan membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami sangat mengharapkan pengertian bagi siapa saja yang ingin membuka lahan dengan cara membakar agar tidak dilakukan, karena itu merupakan hal yang sangat keliru atau salah”, terang Alza.
“Memang untuk saat ini ada indikasi kucing-kucingan antara pelaku pembakaran lahan dengan petugas, oleh karena itu kami akan terus melakukan peningkatan waktu berpatroli”, ungkapnya.
Seperti diketahui, untuk sementara diwilayah Kabupaten Rokan Hulu yang terpantau satelit Terra dan Aqua dari BMKG, jumlah Hotspot sangat sedikit. Tetapi hal itu tidak menjadi patokan atau pegangan bagi Tim Satgas Karlahut tidak melaksanakan kegiatan berpatroli. [man]