Staf Ahli Buka Mukab ke-V Kadin Kabupaten Bengkalis

Staf Ahli Buka Mukab ke-V Kadin Kabupaten Bengkalis

Metroterkini.com - Staf Ahli Bidang Pembangunan Bupati Bengkalis, Zulfan Heri membuka musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis di Gedung Daerah Laksamana Raja Dilaut Bengkalis, Rabu (3/8/2016) wib dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Kadin Provinsi Riau, Frans Rizal, Perwakilan Dandim 0303/Bengkalis, beberapa orang kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Kadin Provinsi Riau, Frans Rizal mengingaktakan bahwa posisi Kadin sejajar dengan pemerintah dan mitra pemerintah.

Frans meminta pengurus Kadin berperan aktif memberikan pandangan ke pemerintah. Dengan demikian, peran Kadin yang sejajar dengan Pemerintah semakin terlihat.

Selain itu, melalui mementum Mukad ke-V agar dilakukan konsulidasi dan kompilasi dalam memajukan ekonomi di Kabupaten Bengkalis.

"Bermusyawaralah dan laksanakan Mukad ke-V ini dengan penuh demokraksi sesuai norma-norma atau kaedah yang berlaku," kata Frans Rizal.

Sementara Ketua Kadin Kabupaten Bengkalis Masuri SH dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa Mukab ke V kali ini mempunyai arti strategis, karena disamping akan melanjutkan perjuangan untuk menghadapi berbagai tantangan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic cumunity, serta melakukan sinergi program-program Kadin dengan Pemerintah Bengkalis.

Kadin merupakan tempat berkumpulnya para pelaku dunia usaha yang siap mendukung program pemerintah daerah. Kadin juga akan tetap mengawal proses kebijakan pemerintah daerah dengan menempatkan posisi dunia usaha guna memperkuat daya saing bisnis di negara-negara asean.

"Memang tidak dapat kita pungkiri perekonomian Indonesia secara keseluruhan masih terus mengalami tekanan-tekanan eksternal dan juga tekanan internal. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya neraca perdagangan dan tingginya inflasi ditanah air," ungkap Masuri SH, Ketua Kadin Bengkalis.

Perekonomian di Kabupaten Bengkalis, kata Masuri lagi, tidak bebas dari perkembangan ekonomi nasional maupun global. Sebagaimana dapat dibuktikan dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Disamping itu juga, melemahnya daya beli konsumen, ekspor dan impor, serta melemahnya kepercayaan pasar, dengan menurunya harga minyak dunia yang berdampak pada dana bagi hasil yang merupakan pendapatan asli daerah.

"Jika kita merasakan dan saksikan bersama-sama, terlepas adanya pelemahan ekonomi secara nasional sebagaimana dimaksud atas ketergantungan ekonomi masyarakat di Bengkalis terhadap APBD cukup tinggi,"ujarnya.

"Dampak dari keterlambatan penggunaan dan penyerapan APBD akan mempengaruhi pada sektor lainnya," imbuhnya.[Rdi]
 

 

Berita Lainnya

Index