Metroterkini.com - Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengaku terkejut atas ketidak hadiran Wakil Bupati H Muhammad dalam Rapat Paripurna Istimewa hari jkadi Bengkalis ke-504 di Gedung DPRD Bengkalis, Sabtu (30/7/16).
Rasa keterkejutan itu diungkapkan Amril Mukminin saat menjawab pertanyaan wartawan tentang tak hadirnya H Muhammad.
"Saya juga terkejut, kok, Wabup (H Muhammad) tak hadir dalam Rapat Paripurna (Hari jadi Bengkalis)," kata Amril di teras gedung DPRD usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Bengkalis ke-504, Sabtu siang.
Menurut Amril, tak ada agenda yang disposisikannya untuk mewakilinya kepada Wakil Bupati pada hari itu. Namun, H Muhammad tak terlihat hadir di Rapat Paripurna Istimewa tersebut.
Apakah ini sinyal bahwa hubungan antara Amril Mukminin dengan H Muhammad memang retak? Masyarakat hanya sekedar menduga-duga bahwa hubungan kedua saat memang tak harmonis.
Padahal, pejabat diluar Bengkais, seperti Bupati Siak, Syamsuar, Bupati Rokan Hilir Suyatno, Gubernur Riau yang diwakii staf ahli bidang pembangunan, Arlisman Agus, hadir pada Rapat Paripurna Istimewa tersebut.
Selain itu, juga hadir para anggota forum komunikasi pimpinan daerah, para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan ratusan masyarakat menghadiri Rapat Paripirna Istimewa itu.
Rasa kurang semangat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa peringatan hari ulang tahun ke-504 Bengkalis ini juga diperlihatkan anggota DPRD Bengkalis. Dari 45 anggota DPRD yang hadir hanya 23 orang. Hal hasil, banyak kursi dewan yang kosong melompong.
Namun, hal ini tidak mengurangi kidmatnya prosesi Rapat Paripurna Istimewa.
Sekretaris DPRD Bengkalis, Zulfadli ketika dikonfirmasi terkait undangan kepada Wabup dan anggota dewan, mengaku semuanya diundang.
Menurutnya tak satupun para pejabat dan tokoh masyaralat di Bengkalis yang tercecer dari undangan.
"Semuanya diundang. Tapi, kalau mereka tak datang, itu urusan mereka," kata Zulfadli.
Ketidak hadiran Wakil Bupati juga tak luput dari perhatian anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Intsiawati Ayus. Senator wanita yang akrab disapa Iin ini berharap komunikasi yang harmonis antara bupati dan wakilnya harus terjalin.
Sebab, ungkapnya, dengan komunikasi yang harmonis akan berdampak pada kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis. Demikian juga sebaliknya.
Iin berharap komunikasi yang baik antara eksekutif dengan legislatif juga harus terjalin dengan baik dan harmonis.
Sebab, kedua kekuatan ini merupakan ujung tombak untuk berkomunikasi dengan perwakilan Riau di DPR RI dan DPD RI untuk merebut 'kue' APBN.
"Selesaikan dulu dalam kamarnya (hubungan wabupati dan wakil), baru jalin komunikasi dengan kami (DPR RI dan DPD RI). Karena kita tak ingin dalam berkomunikasi ada yang tidak seirama (tak mendukung)," tegas Intsiawati Ayus.
Ditegaskan Iin, komunikasi yang sering antara Pemda Bengkalis dengan DPR RI dan DPD RI sangat penting dalam membahas dana APBN.
Sebab, Bengkalis tidak mungkin mengandalkan APBD saja untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan. Kabupaten Bengkalis harus memperjuangkan dana APBN.
"Salah satunya eksekutif dan legislatif Kabupaten Bengkalis harus sering berkomunikasi dengan perwakilan Provinsi Riau di DPR dan DPD RI. Dari situ (Komunikasi) ini baru kami bisa perjuangkan. Kalau komunikasinya jarang, bagaimana kami mau memperjuangkan dana APBN," tegas mantan pengacara ini. [rdi]