65 KK Di Surau Tinggi Rohul Belum Teraliri Listrik

65 KK Di Surau Tinggi Rohul Belum Teraliri Listrik

Metroterkini.com - Sudah satu tahun sejak Juli 2015 lalu sekitar 65 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Surau Tinggi Selatan, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) belum teraliri listrik dan mempertanyakan kinerja PT. PLN.

Pemicu tidak puasnya masyarakat dengan kinerja PT. PLN Rayon Pasir Pengaraian bukan tanpa alasan. Pasalnya, setelah instalasi terpasang sejak Juli 2015 lalu namun listrik sampai saat ini juga belum menyala.

Abdul Gofar, warga Dusun Surau Tinggi Selatan, mengatakan instalasi di rumah 65 KK sudah dipasang sejak Juli 2015 silam, begitu juga Jaringan Tengah Menengah (JTM). Namun, Kwh Meter belum juga dipasang oleh PT. PLN Rayon Pasir Pengaraian.

Gofar mengaku sudah pernah pertanyakan mengapa Kwh meter di rumah 65 KK belum dipasang, sementara mereka sudah melunasi seluruh biaya dan administrasi, bahkan instalasi dan JTM juga sudah terpasang.

"Alasannya, Gardu dari Sei Kuning tidak sanggup. Kepastian kapan dipasang juga tidak ada," ujarnya.

Abdul Gofar mengaku baru Masjid Nurul Falah di Dusunnya yang sudah dialiri listrik PLN itupun karena fasilitas umum, sedangkan 65 KK masih pakai listrik desa. Mirisnya saat rusak, mereka terpaksa pakai lampu minyak, atau biasa disebut warga lampu togok alias lampu teplok.

"Kalau rusak ya pakai lampu nenek moyang kami atau lampu togok," ungkap Abdul Gofar.

Sementara itu, disela-sela acara halal bihalal sekaligus pisah sambut Manager Lama dan Manager Baru, mantan Manager PT. PLN Rayon Pasir Pengaraian Andhy Prasetiawan yang kini mutasi ke PLN Area Dumai mengatakan kemungkinan Kwh meter bagi 65 KK di Surau Tinggi baru bisa dipasang setelah bantuan mesin berkapasitas 5 MW diakomodir PLN pusat.

Mesin baru itu, sambung Andhy, rencananya akan dipasang di PLTD Tanjung Belit Kecamatan Rambah, dan akan dipakai untuk mengaliri sedikitnya 12 line tersebar di 16 Kecamatan", tandasnya.[man]

Berita Lainnya

Index