Metroterkini.com - Diduga akibat hubungan arus pendek (Korslet) listrik, dua unit Rumah milik Romi Hasibuan (35) di Dusun Sei Deras Desa Suka Maju Kecamatan Rambah ludes dilalap api. Atas kebakaran itu, korban alami kerugian sekitar Rp 350 juta.
Rumah permanen yang digunakan sebagai tempat penyimpanan pupuk dan juga usaha bengkel ini ludes dilalap api tak berapa lama setelah ditinggal pemiliknya, sang pemilik (Romi) keluar rumah karena ada keperluan menjumpai temannya.
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, SIK. MHum melalui Paur Humas Ipda Efendi Lupino mengatakan kebakaran itu diketahui berawal pada Sabtu [9/7/16] sekitar pukul 19.00 WIB malam, seorang saksi yakni Gema Ardika (22) dalam perjalan menuju Jalan Lingkar KM 4, Desa Suka Maju.
Dari pinggir Jalan, Gema Ardika melihat ada percikan api di atap Rumah milik Romi Hasibuan. Kemudian Gema langsung bergegas ke tempat Romi yang yang saat itu berada di luar rumah.
"Bang, rumah abang terbakar,"kata Ipda Efendi yang menirukan suara Gema ketika memberitahukan kepada Romi perihal kebakaran rumah itu, Minggu [10/7/16].
"Mendengar rumahnya terbakar, Romi dan Gema serta warga lainnya langsung bergegas menuju rumah Romi,"tambah Ipda Efendi.
Namun, sesampai di lokasi rumah yang berbahan dari kayu ini sudah dilalap api dan semakin membesar. Pemilik dan warga sekitar mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
"Api semakin membesar dan menghanguskan harga benda pemilik,"ujar Ipda Efendi.
Dilanjutkan Ipda Efendi, api mulai bisa dijinakkan setelah 4 unit Mobil Pemadam Kebakaran dari BPBD Rohul diturunkan dibantu Polri dan TNI guna memadamkan kobaran api.
Ditambahkan Ipda Efendi, dari pendataan yang dilakukan petugas, barang-barang milik korban yang hangus terbakar diantaranya Sepeda motor Honda Kharisma, Honda Win, 2 Tv, Ac, 2 Genset, Ijazah, tempat tidur dan beberap uang simpanan korban.
"Atas kejadian itu korban alami kerugian sekitar Rp 350 juta," tutup Ipda Efendi.
Sedangkan pengakuan korban Romi, bahwa disekitar rumahnya sering terjadi korsleting akibat bayak kabel yang tidak tersusun rapi. Hal itu sudah sering dilaporkan ke pihak PT. PLN Cabang Pasir Pengaraian. Namun tak pernah digubris.
"Sudah sering saya laporkan ke pihak PLN, namun rak pernah ditanggapi. Entah apa sebab, PLN terkesan cuek saja. Kalau sudah begini siapa yang tanggungjawab,"ungkap Romi yang mengaku sangat kesal terhadap pelayanan PLN Pasir Pengaraian.
Terpisah, Menejer PT PLN Cabang Pasir Pengaraian Andi Prasetiawan belum memberikan komentar atas keluhan salah seorang pelanggan ini. Ketika dihubungi melalui selulernya di nomor 08527888xxxx tidak diangkat. [man]