Metroterkini.com - Ratusan Guru Bantu (GB) se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) datangi Kantor Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset mempertanyakan honor yang sudah enam bulan belum dicairkan oleh Disdikpora Rohul melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).
Salah seorang guru bantu yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, lima bulan sudah kami belum menerima gaji yang dibiayai melalui APBD Pemerintah Provinsi Riau sedangkan dibeberapa daerah lainnya sudah dicairkan.
"Kami heran kenapa penyaluran gaji honor Guru Bantu (GB) di Rokan Hulu mengalami keterlambatan sedangkan di beberapa Kab/Kota sudah dicairkan pada awal Mei yang lalu", ucap salah seorang guru bantu.
"Selain mengalami keterlambatan pembayaran honor ada kejanggalan nama-nama guru bantu yang diajukan oleh Pemkab Rohul melalui Disdikpora Rohul ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau, seperti adanya nama-nama orang yang sudah meninggal tapi masih masuk dalam daftar guru bantu", ungkapnya.
Kedatangan ratusan Guru Bantu (GB) ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Rokan Hulu diterima langsung oleh Kepala Bidang Perbendaharaan Joni Muchtar, SE., M.Si, Ak dihalaman Kantor (DPKA) Rohul, Selasa (14/6/16) pagi.
Kepala Bidang Perbendaharaan (DPKA) Rohul Joni Muchtar menjelaskan kepada ratusan guru bantu bahwa sampai hari ini dana gaji honor guru bantu belum masuk ke Kas Daerah (Kasda) Rohul melalui rekening Dinas Pendidikan Provinsi.
Kabid Perbendaharaan Joni mengatakan berdasarkan koordinasi dengan Disdikpora Provinsi Riau informasi tadi pagi bahwa seluruh aliran dana akan diupayakan secepatnya paling lambat dalam dua hari ini.
Dikatakannya lagi dalam minggu ini dipastikan gaji GB Provinsi untuk Rohul akan segera dibayarkan dengan catatan apabila rekening sudah masuk dan dalam dua hari ke depan", ujarnya.[man]