Warga Kecam Kolektor Uang Sampah DKP Pekanbaru

Warga Kecam Kolektor Uang Sampah DKP Pekanbaru

Metroterkini.com - Sorang petugas retribusi yang mengaku pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru, dengan gayanya sangar mendatangi salah satu percetakan di Jalan 

Pepaya, Pekanbaru.

Petugas yang mengaku pegawai dinas DKP Pekanbaru tersebut memaksa pemilik percetakan untuk pembayaran uang retribusi sampah dengan nada kasar dan marah-marah.

Pada saat kedatangan petugas penagih uang retribusi sampah kepada warga tersebut, wartawan kebetulan sedang berada didalam percetakan tersebut dan menyaksikan kekerasan dan terlihat memaksa. Penagih uang sampah seperti kolektor dari Dinas DKP tersebut mengatakan "hari ini juga ibu bayar uang sampah, tidak bisa besok,"  ucap kolektor sampah.


Saat itu salah seorang karyawan percetakan tersebut sudah memberitahu bahwa bosnya tidak ada, namun tetap saja petugas kolektor penagih uang sampah tersebut memaksanya.

Tak sampai disitu, sang kolektor sampah juga mengancam, "bilang sama bos mu saya tidak mau tahu sekarang juga telpon bos mu," ucap kolektor.

Dengan terpaksa dan merasa malu karena diributkan oleh sang kolektor sampah, akhinya karyawan percetakan terpaksa membayar uang sampah tersebut sebesar Rp60 ribu per bulanya.

Kadis DKP Pekanbaru Edwin Supradana saat dihubungi melalui selulernya tentang perilaku anggotanya tersebut, mengatakan retrebusi sebesar itu resmi dan ada Perwako yang mengaturnya. "Jadi bukan ilegal tu pak," tutur Kadis DKP.

Namun mengenai tata cara penyampaian bahasa anggota yang menagih retrebusi sampah, Edwin tidak mau komentar.  Disayangkan banyak warga, prilaku petugas kolektor penagih uang sampah dari masyarakat harus mengunakan kekerasan dan bertindak arogansi .

Catatan redaksi, dalam sepekan ini DKP Pekanbaru selalu membuat sensaisional, dimana belum hitungan hari telah terjadinya kisruh rekanan terhadap DKP dan Pemko Pekanbaru, kini masuk lagi permainan baru tentang kekerasan penagihan retribusi penagihan uang bulanan sampah. [sabam]

Berita Lainnya

Index