Metroterkini.com - Aksi brutal yang diduga dilakukan oleh oknum ormas Panglima Dubalang AM yang merusak pintu kaca aset negara dan mengobrak abrik ruang kerja pegawai ULP pada Kamis kemaren, menjadi pergunjingan hangat di dunia maya. Setelah beredarnya berita di beberapa situs media oneline di Kampar, Jum'at (20/5) di Bangkinang.
Disalah satunya akun facebook warga yang ditulis pemilik akun, terkesan mengecam perbuatan oknum itu, serta ada juga yang menilai penegakan hukum aparat kepolisian tidak mampu untuk menindak pelaku yang melakukan perusakan kantor ULP Kampar tersebut.
Di salah satu aku facebook tersebut ditulis oleh Jufri di status facebooknya mengatakan "ketua Dubalang Bangkiang memgamuk, kenapa orang yang sudah jelas memecahkan kaca pintu dan mengobrak abrik ruang kantor pemerintah tidak kunjung ditangkap. Kalau mahasiswa memecahkan kaca bisa dikatakan hanya dalam hitungan jam ditangkap. Ada apa ni pak polisi takut ya sama dubalang kampar," tulis Jufri dalam akun facebook.
Ditempat terpisah, Kepala Unit Layanan Terpadu (ULP), Amga saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya mengaku, dirinya tidak terlalu tahu persoalan tersebut. Ia mengaku lagi sakit dan sedang di rumahnya di Pekanbaru.
Menurut Agma, persoalan itu sebenarnya permasalah itu telah diselesaikan dengan arif dengan pegawai di (ULP) Kampar. "Tadi malam mereka telah bertemu dengan pelaku AM, namun setelah mereka berdamai dan AM mengaku silaf dan bersedia mengganti kerusakan di kantornya. Semua kerusakan diperbaikinya," ungkap Amga.
Tambahnya lagi, selaku orang timur kalau seseorang minta maaf dan mengakui kesalahannya, tak mungkin tidak memaafkanya.
"Ya intinya dia sudah minta maaf dan sekaligus berdamai," tutupnya. [ali]