Metroterkini.com - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis Syahrial mengatakan sudah mengagendakan hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) masalah pembangunan Gedung Daerah yang mangkrak.
Pembangunan Gedung Daerah yang telah menghabiskan Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 86 milyar tersebut saat ini terbengkalai dan kondisinya memprihatinkan.
Menurut Syahrial, pembangunan yang sudah dilaksanakan juga asal jadi alias tidak mengutamakan mutu.
"Kami memang sudah mengagendakan akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan pihak terkait lainnya untuk minta penjelasan sejauh mana hasil dari pembangunan yang sudah dilakukan,karena banyak juga sorotan masyarakat terhadap bangunan yang dibuat tidak sesuai dengan standar," kata Syahrial kepada wartawan, Rabu (4/5/16) siang.
Lanjut Syahrial, pembangunan gedung daerah Bengkalis disamping lapangan Tugu di Jalan Ahmad Yani itu menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya gedung yang mulai pembangunannya era bupati Syamsurizal, kemudian dilanjutkan oleh era bupati Herliyan Saleh sudah menghabiskan anggaran Rp 86 milyar. Namun sampai saat masih dikerjakan.
Irwansyah, mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2004-2009 mengatakan, kondisi bangunannya seperti bangunan lama yang tidak terurus. Kaca-kaca sudah ada yang pecah, cat mengelupas. Jika ditelusuri dibagian dalam, kesan bahwa pembangunannya asal jadi semakin ketara. Dimana lantai bergelombang, plafon hancur, tidak ada pipa pembuangan air hujan yang turun dari atap, tiang ada yang bengkok dan keramik lantai pecah disana sini.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini pembangunan gedung daerah ini dimulai tahun 2009.
Sementara dari plang proyek pembangunan gedung daerah ini yang didokumentasikan media ini, sampai tahun 2015 lalu pembangunannya memasuki ke-VII atau sudah tujuh tahun anggaran
Cacatan redaksi media ini tahapan pembangunan Gedung Daerah:
Tahap I yakni pembangunan pondasi pada 2009
Tahap II tahun 2010
Tahap III tahun 2011
Tahap IV tahun 2012
Tahap V tahun 2013 anggaran 4.996.249.000, Pemenang PT Andi Cipta Wijaya pemenang cadangan (PT Penampi Windusentosa).
Tahap VI tahun 2014 pagu anggaran Rp26 milyar lebih. Pemenang lelang PT Karya Tunggal Mulya Abadi Rp24.557.294.000,-
Tahap VII tahun 2015 anggaran Rp5 milyar lebih untuk pembangunan lantai dan plafon, pemenang PT Karya Tunggal Mulya Abadi
Dilapangan hasil pekerjaan proyek yang Kuasa Pengguna Anggarannya (KPA), Haji Syafruddin yang akrab dipanggil Haji Katan ini tak selesai dan asal jadi.
Haji Katan yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, proyek dengan sistem reguler tersebut akan dilanjutkan tahun ini.
“Itu pekerjaan yang sangat mubazir. Penganggaran pembangunan gedung daerah itu sendiri sudah dimulai sejak zaman bupati Syamsurizal, tetapi tak tuntas. Kemudan pada masa bupati Herliyan Saleh dilanjutkan pekerjaan fisiknya tapi tak kunjung tuntas dan kualitas pekerjaan yang dilaksanakan rekanan amburadul,” papar Irwansyah.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) H.M. Nasir ketika dikonfirmasi Rabu (4/5/16) menyebutkan untuk pembangunan gedung daerah tersebut memang masih dikerjakan untuk tahap akhir, dan pembangunannya masih berlanjut.
"Pembangunannya memang masih berlanjut. Untuk tahun 2016 ini merupakan tahun terakhir," tutup Nasir yang mengaku tengah berada di Kecamatan Rupat. [rdi]