Metroterkini.com - Saat ini ada sekitar 1.300 guru honorer komite di Pekanbaru dan nasibnya tergantung pada sekolah masing-masing. Jumlah guru tersebut selama ini memenuhi kekurangan guru di Kota Pekanbaru.
Jumlah guru honorer komite dengan pendapatan honor yang berbeda-beda dan jelas masih jauh dari UMR sangat memprihatinkan. Bahkan honor mereka tidak cukup untuk membeli bensin.
Menurut Sarno, selaku selaku Ketua Guru Honorer Komite sekolah negeri se-Kota Pekanbaru mengatakan, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sendiri sudah menampung aspirasi para guru honorer komite tersebut.
"Mereka sendiri sudah menampung aspirasi kita untuk mengangkat kita menjadi guru tidak tetap," katanya, kemarin (2/5/16).
Untuk sementara waktu kata Sarno, Pemko akan membuat analisis terkait pengangkatan guru honorer komite tersebut. "Kalau memang tidak menyalahi aturan dan resiko kecil maka bisa dilakukan pengangkatan (honor Pemko)," jelasnnya.
Sarno yang telah menjadi guru honorer komite sejak tahun 2005 tersebut menambahkan, status yang ada pada guru honorer tersebut bervariasi, ada yang 2005 sampai honorer 2015.
"Sekarang ini jumlah kita ada 1.300 guru honorer komite. Mereka inilah yang kita minta untuk pengangkatan statusnya menjadi guru tidak tetap," sambungnya.
Para guru honorer juga mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Pekanbaru, serta menyampaikan aspirasinya ke Kantor Walikota Pekanbaru yang disambut oleh Sekretaris Kota Pekanbaru, M Noer. [**]