Metroterkini.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, H Burhanuddin, Selasa (26/4/16) siang membuka workshop Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provensi Riau, bebas dari penyakit rabies tahun ini.
Dalam sambutannya, Burhanuddin mengucapkan selamat datang kepada narasumber dan para peserta.
Workshop yang dilaksanakan di lantai IV Kantor Bupati Bengkalis itu berlangsung satu hari.
Di Kabupaten Bengkalis, penyakit rabies akibat gigitan anjing gila ini tergolong tinggi. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, baik pada hewan maupun manusia.
Selain itu, juga bisa menimbulkan dampak yang sangat merugikan, karena dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat, serta merusak sendi ekonomi, politik, serta sosial budaya di suatu wilayah.
Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan, maka perlu penanganan yang serius dan berkesinambungan dari seluruh pemangku kepentingan termasuk partisipasi aktif masyarakat.
Sebagai informasi, dalam rentang tahun 2009 hingga 2015, terjadi 19 kasus konfirmasi positif rabies. 2 kasus diantaranya terjadi di Pulau Rupat, 11 kasus di pulau Bengkalis, dan 6 kasus terjadi di wilayah Kabupaten Bengkalis yang ada di pulau Sumatera.
Dari 19 kasus rabies tersebut, menyebabkan 3 orang meninggal. Yaitu, 1 orang di Pulau Rupat dan 2 orang di Pulau Bengkalis.
Oleh sebab itu, diperlukan pengawasan lalu lintas keluar masuk hewan dari dan ke Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis.
"Saya berharap melalui workshop ini bisa menjadi sarana, pencegahan dan penanggulangan rabies. pulau Bengkalis dan rupat dari rabies.
Terkait penanggulangan penyakit rabies ini, Kepolisian Daerah Riau sudah memiliki kesepakatan bersama dengan Dinas Pertanian Dan Peternakan Provinsi Riau untuk mendukung dalam penegakan hukum.
Hadir dalam pembukaan workshop tersebut, Kadis Pertanian dan Peternakan H. Arianto, pejabat eselon III dan IV sedangkan peserta berasal dari UPTD Perternakan Pulau Rupat, Satpol PP, Dinas Kesehatan, RSUD Bengkalis, Dinas Perhubungan dan Instansi yang ada di Kabupate Bengkalis.
Sedangkan narasumber Direktur Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian yang diwakili Kasubdit P3H dr. hewan Mardiatmi, Kepala Balai Veteriner Bukit Tinggi dr. hewan Azfirman, MP, Kadis Pertanian dan Peternakan Provensi Riau. yang diwakili Kabid. Keswan dan Kesmavet, dr. hewan Sri Mulyati, Komisi Ahli Kesehatan hewan, dr. hewan Anak Agung Gde Putra dan Kepala Karantina Pertanian kelas I Pekanbaru, dr. hewan Sri Hanum. [rdi]