Metroterkini.com - Sebanyak 50 pelajar Sekolah Dasar di Dusun Nerlang, Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulaun Meranti terpaksa belajar di sekolah yang tak layak.
Kondisi ini diperparah lagi dengan kurangnya tenaga pengajar yang mengabdi di sekolah itu.
Akibatnya proses belajar mengajar tak berjalan normal. Ini membuat para pelajar ini termajinalkan.
Hal ini diungkapkan oleh Adiarno, tokoh muda Kabupaten Kepulauan Meranti, Jum'at (15/4/16).
Adiarno yang akrab disapa Adi mengungkapkan, minggu lalu dia dan beberapa rekannya mengunjungi sekolah yang berlokasi di RT 06, Dusun Nerlang itu.
Menurut Adi, sekolah tersebut hanya dua lokal. Terbuat dari kayu berbentuk rumah panggung, berlantai dan berdinding papan dengan atap daun rumbia, itu kondisinya sangat memprihatinkan.
Dusun Nerlang yang dihuni sebanyak 40 kepala keluarga. Dari 40 KK itu, 30 KK mendapat 30 rumah layak huni bantuan pemerintah.
Masih menurut Adi, jarak dari Kota Selatpanjang (Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Meranti) ke Dusun Nerlang sekitar setengah jam naik speed boat atau satu jam jika naik pompong. Lewat laut satu-satunya jalan menuju Dusun Nerlang. Sebab, sampai saat ini belum ada jalan darat dari Kota Selatpanjang menuju dusun tersebut.
Umumnya mata pencaharian masyarakat dusun ini sangat bergantung dengan pohon bakau dan sagu.
"Masyarakat disana hidupnya mencari kayu bakau dan mengolah sagu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Tohor Barat, Nurdiansor berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memperhatikan sekolah ini. Sebab, semenjak dibangun dengan swadaya masyarakat, sekolah ini belum tersentuh dana APBD.
Harapan serupa juga dilontarkan Tino, Rio, dan Arjun yang juga menjabat Ketua Pemuda Dusun Nerlang.
Saat ini, Tino, Rio, Arjun dan kades serta Adi terus berupaya agar sekolah swadaya masyarat ini terus berjalan agar anak-anak Dusun Nerlang yang tergolong keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan. [rud]