Temuan WHO, Pekanbaru Terlalu Irit Vaksin Polio

Temuan WHO, Pekanbaru Terlalu Irit Vaksin Polio

Metroterkini.com - Tim pengawas WHO menemukan pelanggaran pada pelaksana Pekan Imunisasi Nasional Polio tahun 2016 di sebuah Puskesmas di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Ditemukan memberikan dosis vaksin polio terlalu irit," kata Kepala Seksi Pengawasan Penyakit dan Pengendalian Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hamdan, Kamis (10/3/16).

Ia menjelaskan, tim pengawas dari WHO memberikan laporan secara rutin tentang pelaksanaan PIN Polio di lima Puskesmas yang terpilih Kota Pekanbaru pada hari pertama pelaksanaan PIN Polio pada 8 Maret lalu. Kelima Puskesmas terpilih itu diantaranya adalah Puskesmas Kecamatan Tenayan Raya di pos PIN 4, RW 4, Tangkareng Timur.

Kemudian Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Marpoyan Damai pada pos PIN AURI. Selanjutnya Pos PIN Kecamatan Payung Sekaki di RW 12 Labuah Baruh Timur di Jalan Bintara, Pos PIN Kelurahan Gedung Sari RW 1 Jalan Melur Kecamatan Sukajadi, serta Pos PIN Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan.

Dari lima Puskesmas yang didatangi WHO, ditemukan pada salah satu Puskesmas yang mengirit pemberian dosis vaksin. Karena itu, tim WHO memberikan rekomendasi kepada Dinkes Kota Pekanbaru agar memberikan pendampingan petugas yang berwewenang di Posko PIN itu agar tidak ada lagi pengiritan dosis vaksin Polio yang diberikan saat imunisasi. 

Menurut tim WHO pengurangan dosis vaksin akan membuat kemampuannya kurang efektif terhadap anak. Ia menjelaskan bahwa standarnya pemberian dalam satu vial vaksin polio diberikan untuk 16-19 orang. Jika sudah diberikan lebih kepada 20 orang, maka akan tidak efektif lagi.

"Jika satu vial diberikan untuk 21 orang maka itu sudah terlalu irit. Memang efeknya tidak ada, tetapi manfaat dan faedah vaksin tersebut akan berkurang dan pemberiannya pun menjadi tidak efektif," ucapnya. [**ant]

Berita Lainnya

Index