Desa di Meranti Ditetapkan sebagai Desa Devisa, Fokus Pengembangan Kopi Liberika

Selasa, 21 Juli 2026 | 15:28:51 WIB
Ilustrasi

Metroterkini – Kabar baik datang bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Setelah diusulkan pada Bulan Juli 2025, dua desa di daerah ini resmi ditetapkan sebagai Desa Devisa oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di bawah Kementerian Keuangan, yakni Desa Sungai Tohor dan Desa Kedaburapat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti Marwan melalui Sekretaris Disperindag Miftah, mengatakan untuk tahap awal program akan difokuskan di Desa Kedaburapat dengan komoditas unggulan kopi Liberika.

"Alhamdulillah, dari usulan yang kita sampaikan pada Juli 2025, ada dua desa yang ditetapkan sebagai Desa Devisa oleh LPEI, yaitu Desa Sungai Tohor dan Desa Kedaburapat," Ujar Miftah, pada Selasa (21/07/2026).

"Namun untuk tahap pertama ini, pembinaan difokuskan di Desa Kedaburapat. Untuk tanggal pastinya kita belum tahu, namun kita selalu monitor," ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut masyarakat akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan biji kopi berkualitas, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran agar memiliki daya saing yang lebih baik.

Menurutnya, kehadiran program Desa Devisa menjadi peluang besar bagi petani dan pelaku usaha kopi Liberika di Meranti, terlebih di tengah kondisi anggaran pemerintah yang masih mengalami berbagai penyesuaian.

"Program ini menjadi kesempatan yang baik karena masyarakat mendapatkan pembinaan langsung, sehingga diharapkan kualitas kopi Liberika Meranti semakin meningkat dan mampu menembus pasar yang lebih luas," katanya.

Miftah berharap, melalui pendampingan yang diberikan, kualitas produk kopi Liberika Desa Kedaburapat semakin berkembang, mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi, memperluas pemasaran, serta berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menambahkan hal tersebut, Kepala Disperindag Kepulauan Meranti Marwan berharap, setelah ditetapkannya Desa Kedaburapat sebagai Desa Devisa, seluruh program yang telah direncanakan oleh LPEI dapat segera direalisasikan.

Ia berharap kegiatan pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat penggiat kopi Liberika di Desa Kedaburapat dapat terlaksana dengan baik dan berjalan lancar. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh wawasan dan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan kopi, mulai dari teknik panen yang benar, pemilihan buah kopi berkualitas, hingga proses pengolahan menjadi bubuk kopi siap saji yang memenuhi standar mutu tinggi.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, kopi Liberika asal Desa Kedaburapat diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, bahkan menembus pasar global.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap seluruh program dan kegiatan dari LPEI dapat berjalan sesuai rencana, sehingga tujuan penetapan Desa Kedaburapat sebagai Desa Devisa benar-benar tercapai, yakni meningkatkan pendapatan, kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian desa," ujarnya.

Terkini