Pelayanan Poli RSUD Bengkalis Tutup Belasan Pasien Terlantar

Sabtu, 04 April 2026 | 23:04:51 WIB

Metroterkini.com - Belasan pasien rujukan terlantar alias tidak bisa berobat atau kontrol di Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis karena pelayanan poli tutup, Sabtu (4/4/2026). Sementara diaplikasi pendaftaran JKN justru muncul estimasi dilayani tanggal 04-04-2026 10:42 dengan status peserta dilayani. 

Berdasarkan pendaftaran secara online tersebut pasien kemudian datang ke RSUD. Namun, alangkah kecewanya mereka sesampai di RSUD, karena poli pelayanan ditutup.

Para pasien yang ingin berobat pagi ini hanya diterima oleh security RSUD dengan penjelasan bahwa pelayanan rujukan hari ini, Sabtu ditutup karena libur. Mereka diminta untuk datang lagi pada Senin tanggal 6 April.

"Saya betul-betul kecewa saat membawa orang tua saya kontrol ke RSUD. Dipendaftaran aplikasi JKN dilayani hari ini Sabtu tanggal 4. Ternyata RSUD tutup. Padahal, orang tua saya datang dari Rupat," ujarnya.

Direktur RSUD Bengkalis dr. Azhari Effendi melalui Wadir Pelayanan dan Keperawatan Tino Suhendro ketika dikonfirmasi Sabtu siang, mengakui pelayanan poli tutup hari ini karena ada kebijakan libur nasional.

Menurut Tino, hari ini yang diliburkan hanya pelayanan poli, dan itu sudah diumumkan melalui media sosial.

Hanya saja, pengumuman pihak manajemen tidak sinkron dengan jadwal pelayanan yang telah dibuat dokter poli RSUD melalui aplikasi JKN. Akibatnya, belasan pasien yang sudah mendaftar melalui aplikasi JKN harus gigit jari karena pelayanan poli tutup.

Tino mengungkapkan, pada aplikasi di BPJS, jadwal kontrol yang muncul di aplikasi Mobile JKN merupakan jadwal yang telah dibuat sebelumnya oleh dokter poli atau fasilitas kesehatan saat pasien melakukan kontrol.

Ketika kemudian terdapat kebijakan libur atau penyesuaian pelayanan, jadwal yang sudah terlanjur tercatat di aplikasi bisa saja tetap muncul. Oleh karena itu, pasien dapat melakukan penjadwalan ulang atau kembali mendaftar pada hari pelayanan berikutnya, yaitu hari saat poliklinik kembali beroperasi normal.

Munculnya persoalan ini, menurut Tino karena tidak semua masyarakat mempunyai medsos, sehingga dilapangan ada informasi yang tidak jelas.

"Ini akan menjadi koreksi kami kedepannya," kata Tino melalui pesan WhatsApp Kamis siang. (Rudi)

Terkini