Pengaruh El Nino, Inilah Puncak Musim Hujan 2024 Guyur RI

Selasa, 20 Februari 2024 | 07:21:00 WIB

Metroterkini.com - Musim hujan, yang saat ini tengah mencapai puncaknya alias menyebar di sebagian besar wilayah, bakal perlahan mereda dan berganti musim. Simak kronologi Indonesia menjadi makin kering di 2024.

Musim hujan periode 2023/2024 sendiri dimulai dengan terlambat imbas fenomena iklim 'pengering' hujan El Nino. Walhasil, sebagian besar wilayah diprediksi mengalami durasi musim hujan yang lebih pendek dari biasanya.

"El Nino itu sangat mempengaruhi terhadap variabilitas terhadap musim hujan itu sendiri, ini terbukti bahwasanya ada beberapa zona musim yang mengalami kemunduran musim hujan. Lalu yang berikutnya juga, berarti secara durasi menjadi lebih berkurang dari normal," ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani beberapa waktu lalu, Rabu (10/1).

Biasanya, musim hujan sudah mulai terjadi pada November. Kali ini, beberapa wilayah baru memasuki musim hujan pada Desember. DKI Jakarta bahkan baru memasuki musim hujan pada Januari.

"Bahkan di akhir Desember Jabodetabek secara umum malah kering kan yang normalnya hujan karena ada beberapa fenomena," tuturnya.

BMKG, dalam Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 di Indonesia, pun menuturkan kronologi puncak musim hujan yang makin menghilang secara perlahan tiap bulannya sejak awal tahun. 

Berikut rinciannya:

Januari

Sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2024. Pada Januari, puncak musim hujan terjadi di 170 wilayah zona musim (ZOM) atau 24,32 persen dari total wilayah ZOM.

Pada bulan ini, puncak musim hujan terjadi di 13 ZOM di Sumatra, 33 ZOM di Jawa, 20 ZOM di Kalimantan, 34 ZOM di Bali dan Nusa Tenggara, 38 ZOM di Sulawesi, serta 32 ZOM di Maluku dan Papua.

Februari

Februari menjadi bulan dengan wilayah terbanyak yang mengalami puncak musim hujan. Pada bulan ini teradapat 215 ZOM (30,76 persen) yang mengalami puncak musim hujan.

Pada bulan ini, puncak musim hujan terjadi di 3 ZOM di Sumatra, 149 ZOM di Jawa, 2 ZOM di Kalimantan, 27 ZOM di Bali dan Nusa Tenggara, serta 34 ZOM di Maluku dan Papua.

Maret

Pada Maret 2024, wilayah yang mengalami puncak musim hujan turun drastis dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan ini hanya terdapat 36 ZOM (5,15 persen) yang mengalami puncak musim hujan.

Pada Maret, puncak musim hujan terjadi di 8 ZOM di Sumatra, 5 ZOM di Jawa, 4 ZOM di Kalimantan, 13 ZOM di Bali dan Nusa Tenggara, 4 ZOM di Sulawesi, serta 2 ZOM di Maluku dan Papua.

April

Pada April 2024, wilayah yang mengalami puncak musim hujan hampir sama dengan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan ini terdapat 40 ZOM (5,72 persen) yang mengalami puncak musim hujan.

Pada April, puncak musim hujan terjadi di 4 ZOM di Sumatra, 6 ZOM di Kalimantan, 26 ZOM di Sulawesi, serta 4 ZOM di Maluku dan Papua.

Mei

Pada Mei 2024, wilayah yang mengalami puncak musim hujan hanya 2 ZOM yang berada di Sulawesi.

Juni

Pada Juni 2024, jumlah wilayah yang mengalami puncak musim hujan kembali meningkat menjadi 28 ZOM. Wilayah tersebut meliputi 1 ZOM di Kalimantan, 21 ZOM di Sulawesi, serta 6 ZOM di Maluku dan Papua.

Juli

Pada periode Juli 2024, jumlah wilayah yang mengalami puncak musim hujan hanya 4 ZOM, yang terdiri dari 1 ZOM di Sulawesi dan 3 ZOM di Maluku dan Papua.

Agustus

Puncak musim hujan akan terjadi di 5 ZOM, yang terdiri dari 3 ZOM di Sulawesi serta 2 ZOM di Maluku dan Papua. Sedangkan pada September 2024, puncak musim hujan akan terjadi di 1 ZOM di wilayah Maluku dan Papua. **
 

Terkini