Metroterkini.com - Polisi melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan agar tidak ada masyarakat yang mudik. Meski begitu, masih saja ada yang nekat. Segerombolan pemudik di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, terpaksa dihentikan petugas. Mereka berasal dari Jakarta dengan tujuan Lampung.
Irwan Muhamad, salah seorang rombongan pemudik mengaku, terpaksa mudik karena sudah tidak bekerja lagi di Jakarta. Perusahaan tempatnya bekerja sudah tutup dan tidak produksi lagi. Seluruh karyawan ada yang dirumahkan bahkan sebagian besar di–PHK.
Ia nekat mudik karena sudah tidak punya biaya hidup. Bahkan dirinya hanya membawa uang Rp 200 ribu sebagai bekal perjalanan ke Lampung.
“Saya bersama teman mau ke Lampung mas. di Jakarta sudah tidak ada kerjaan dan penghasilan. Ini saja saya cuma bawa uang Rp 200 ribu. Gimana caranya saya bisa pulang ke kampung halaman. Tetapi saya di suruh pulang lagi sama pak polisi, jadi bingung harus bagaimana,” keluhnya.
Sebelumnya para pemudik tersebut diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas gabungan yang berpatroli. Setelah diketahui akan mudik, petugas meminta mereka untuk kembali ke Jakarta.
“Setelah dilakukan pemeriksaan seperti KTP, SIM dan STNK kendaraan, ketujuh orang tersebut ingin pulang ke Lampung lantaran sudah tidak bekerja lagi di Jakarta setelah adanya PSBB dan Covid–19. Selanjutnya, kami arahkan untuk kembali ke rumah mereka di Jakarta dan tidak boleh melakukan perjalanan mudik,” kata Kabag Ops Polresta Tangerang Kota AKBP Anggun Cahyono.
Diketahui, selama penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Polresta Tangerang Kota melakukan patroli cipta kondisi.
Sebanyak 100 pasukan gabungan dari TNI AD, Satpol PP, dan Polisi bergerak berkeliling untuk melakukan pemantauan sekaligus melakukan sosialisasi selama PSBB berlangsung. [sjah]