IHSG Awal Sesi Masih Lesu, Pagi Ini Rupiah Menguat

IHSG Awal Sesi Masih Lesu, Pagi Ini Rupiah Menguat

Metroterkini.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (30/5/2023). 

Hal ini berbeda dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot. Melansir data RTI, pukul 9.09 WIB, IHSG berada pada level 6.654,28 atau turun 26,8 poin (0,4 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.681,1. 

Sebanyak 179 saham melaju di zona hijau dan 211 saham di zona merah. Sedangkan 205 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 501,6 miliar dengan volume 1,08 milar saham. 

Bursa Asia pagi ini bergerak mayoritas hijau dengan kenaikan Hang Seng Hongkong 0,18 persen (34,12 poin) pada posisi 18.585,23, Shanghai Komposit di level 3.229,57 atau menguat 0,25 persen (8,1 poin), dan Strait Times bertambah 0,2 persen (7,04 poin) pada posisi 3.202,26.

Sementara itu, Nikkei terkoreksi 0,41 persen (129,1 poin) pada level 31.104,4. Sementara Bursa saham AS atau Wall Street libur memperingati Memorial Day. 

Sebelumnya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menilai, pola gerak IHSG cukup moderat dan masih cenderung mengalami pelemahan terbatas. Namun, kondisi fundamental perekonomian masih terjaga dengan baik. 

“Selama support level terdekat masih dapat dipertahankan maka peluang koreksi masih dapat dimanfaatkan oleh investor jangka menengah hingga panjang untuk melakukan akumulasi pembelian,” kata William Surya Wijaya dalam analisisnya. 

Pagi ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.08 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.946 per dollar AS, atau naik 26 poin (0,18 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.920 per dollar AS. 

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan, meskipun menguat, tren pergerakan rupiah masih bearish. Adapun indikator inflasi AS, PCE Price Index bulan April menunjukkan kenaikan 4,4 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 4,2 persen. 

Ariston menilai indikator tersebut bisa mendorong penguatan dollar AS lagi terhadap nilai tukar lainnya. Namun di sisi lain, kesepakatan batas atas utang AS memberikan kelegaan di pasar sehingga pelaku pasar berani lagi masuk ke aset berisiko yang bisa menahan pelemahan rupiah.

“Rupiah berpeluang melemah terhadap dollar AS karena data ekonomi AS menunjukkan perbaikan dan inflasi juga masih menaik. Hari ini rupiah berpeluang melemah pada kisaran Rp 15.000 per dollar AS sampai dengan Rp 15.050 per dollar AS, dengan support di kisaran Rp 14.930 per dollar AS,” kata Ariston. [**]

Berita Lainnya

Index